Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Penemuan spesies dinosaurus baru di Gurun Sahara, Mesir, kembali menghebohkan dunia sains. Tim peneliti dari Mansoura University berhasil mengidentifikasi fosil hewan purba raksasa tersebut dan memberinya nama Mansourasaurus shahinae.
Para ilmuwan menilai penemuan ini sangat istimewa karena fosil tersebut berasal dari periode Kapur Akhir atau sekitar 80 juta tahun lalu. Periode ini biasanya menyisakan sangat sedikit catatan fosil di Benua Afrika.
Temuan ini sekaligus menjawab misteri lama mengenai penyebaran dinosaurus di wilayah tersebut.
Baca Juga: Gegerkan Warga Siantan, Penemuan Mayat Wanita di Ruko Pasar Puring Terungkap dari Bau Tak Sedap
Eric Gorscak, peneliti pascadoktoral dari The Field Museum, menjelaskan betapa pentingnya temuan ini bagi ilmu pengetahuan.
“Mansourasaurus shahinae adalah spesies dinosaurus baru yang sangat penting, dan merupakan penemuan krusial bagi paleontologi Mesir dan Afrika. Afrika masih menjadi tanda tanya besar dalam hal hewan darat yang hidup pada akhir Zaman Dinosaurus.
Mansourasaurus membantu menjawab pertanyaan lama tentang catatan fosil Afrika dan paleobiologinya, hewan apa saja yang hidup di sana, dan dengan spesies mana mereka paling dekat hubungannya,” jelas Eric Gorscak.
Fisik Sebesar Bus Sekolah
Peneliti memperkirakan hewan ini hidup pada 80 juta tahun silam. Mansourasaurus memakan tumbuhan (herbivora), memiliki leher panjang, dan masuk dalam keluarga Titanosaurus.
Hewan ini memiliki ukuran fisik yang sangat besar. Panjang tubuhnya mencapai 8 hingga 10 meter, atau setara dengan panjang bus sekolah.
Berat badannya menyerupai gajah jantan Afrika. Selain itu, lempeng tulang keras atau osteoderm melindungi kulit dinosaurus ini.
Tim peneliti menemukan tulang-belulang dalam kondisi sangat lengkap, mulai dari tengkorak hingga kaki.
Matt Lamanna dari Carnegie Museum of Natural History mengaku takjub melihat kelengkapan fosil tersebut.
“Saat pertama kali melihat foto-foto fosilnya, saya benar-benar terpana. Ini seperti Cawan Suci, fosil dinosaurus Afrika yang terawetkan dengan baik dari akhir Zaman Dinosaurus yang sudah lama kami cari,” ungkap Matt Lamanna.
Bukti Hubungan Afrika-Eropa
Peneliti juga mengungkap fakta menarik mengenai garis keturunan sang dinosaurus. Sebelumnya, ilmuwan menduga dinosaurus Afrika hidup terisolasi sendirian.
Baca Juga: Viral! Dikira Hewan Zaman Dinosaurus, Fakta Ular Berlumut di Komodo Bikin Kaget
Namun, tim peneliti membuktikan bahwa Mansourasaurus justru memiliki hubungan kekerabatan yang lebih dekat dengan dinosaurus dari Eropa dan Asia.
Hal ini membuktikan bahwa pada masa lalu, hewan purba raksasa ini masih melakukan migrasi menyeberang antara Afrika dan Eropa sebelum kedua benua tersebut benar-benar terpisah jauh.
(*Sari)













