Batch Pertama Segera Tiba, Tiga Jet Tempur Rafale Indonesia Siap Dikirim

Dua unit pesawat tempur Rafale B TNI Angkatan Udara dengan nomor ekor T-0301 dan T-0302 sedang melakukan taxiing di landasan pacu fasilitas Dassault Aviation. (Dok. Ist)
Dua unit pesawat tempur Rafale B TNI Angkatan Udara dengan nomor ekor T-0301 dan T-0302 sedang melakukan taxiing di landasan pacu fasilitas Dassault Aviation. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, NASIONAL – Program pengadaan jet tempur canggih Dassault Rafale untuk memperkuat pertahanan udara Indonesia terus menunjukkan kemajuan yang signifikan.

Baca Juga: Satu Dekade Mengabdi, Rafale Jadi Kunci Mesir Dobrak Pembatasan Teknologi Militer AS

Batch pertama yang terdiri dari tiga unit pesawat Rafale B (tandem seat) dengan nomor registrasi T-0301, T-0302, dan T-0303 dikabarkan tengah dipersiapkan untuk pengiriman ke Indonesia dalam beberapa hari mendatang, Jumat (09/01/2026).

Ketiga pesawat tersebut merupakan bagian dari varian Rafale B yang dirancang untuk misi tempur sekaligus pelatihan lanjutan bagi para pilot.

Sebelumnya, Dassault Aviation telah merampungkan produksi ketiga unit ini di fasilitas mereka di Prancis.

Selain kesiapan pengiriman batch pertama, perkembangan positif juga terlihat pada lini produksi varian kursi tunggal.

Baca Juga: Lulus Gemilang, Pilot TNI AU Rampungkan Latihan Jet Tempur Rafale di Prancis

Pesawat Rafale C (single seat) dengan nomor registrasi T-0317, yang merupakan unit kursi tunggal pertama pesanan Indonesia, sukses melaksanakan penerbangan perdananya di fasilitas Dassault Aviation, Mérignac, Prancis.

Kementerian Pertahanan Republik Indonesia diketahui telah menyepakati kontrak pembelian total 42 unit jet tempur Dassault Rafale varian terbaru F4.

Komposisi armada tersebut terdiri dari 30 unit Rafale C (kursi tunggal) dan 12 unit Rafale B (kursi ganda).

Proses pengadaan ini dilakukan melalui tiga tahap kontrak efektif, yakni 6 unit pada Februari 2022, 18 unit pada Agustus 2023, dan 18 unit terakhir pada Januari 2024.

Sesuai jadwal, pengiriman perdana ditargetkan mulai awal tahun 2026 ini, dengan target seluruh armada lengkap diterima TNI AU pada tahun 2029.

(ra)