Perkuat Alutsista, Italia Ajukan Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi ke TNI AL

Penampakan armada laut Italia yang menjadi bagian dari potensi kerja sama hibah dan penguatan alutsista antara pemerintah Italia dan TNI AL. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Penampakan armada laut Italia yang menjadi bagian dari potensi kerja sama hibah dan penguatan alutsista antara pemerintah Italia dan TNI AL. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, JAKARTA – Dokumen Parlemen Italia mengungkap rencana pemberian hibah berupa Kapal Induk Giuseppe Garibaldi kepada TNI Angkatan Laut (AL) Indonesia.

Baca Juga: Perkuat Armada Laut Indonesia, Kapal ITS Giuseppe Garibaldi Diberangkatkan dari Italia

Rancangan keputusan ini telah diajukan kepada Kepresidenan Italia sejak 19 Februari 2026 sebagai langkah untuk memperkuat kerja sama militer dan interoperabilitas kedua negara.

Menteri Pertahanan dan Menteri Luar Negeri Italia dilaporkan telah menyetujui penyerahan cuma-cuma armada tersebut.

Tujuan utama dari hibah ini adalah untuk mendukung institusi pertahanan Indonesia serta memungkinkan pelaksanaan operasi bersama dalam krisis bilateral maupun multilateral di masa depan.

Proses hibah kapal dengan nilai estimasi sekitar 54 juta euro atau setara Rp1,06 triliun ini diperkirakan rampung sebelum Desember 2026.

Bagi Italia, langkah ini justru menghemat biaya pemeliharaan sebesar Rp98 miliar per tahun dan menghindari biaya pembongkaran kapal yang mencapai Rp370 miliar.

Baca Juga: Perkuat Armada Laut Indonesia, Kapal ITS Giuseppe Garibaldi Diberangkatkan dari Italia

Selain penyerahan kapal induk, dokumen tersebut juga menyoroti potensi kerja sama industri pertahanan yang lebih luas antara kedua negara.

Indonesia berpeluang mendapatkan dua kapal kelas PPA senilai Rp24,75 triliun serta enam unit kapal selam kelas DGK dengan nilai kontrak mencapai Rp9,5 triliun.

Tak hanya armada laut, dokumen tersebut juga menyebutkan potensi penjualan pesawat latih M-346 senilai Rp11,8 triliun dan tiga unit pesawat patroli maritim senilai Rp8,9 triliun kepada pemerintah Indonesia.

Sinergi ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam penguatan kedaulatan maritim Indonesia melalui dukungan teknologi militer Eropa.

(FR)