Faktakalbar.id, NASIONAL – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis pemutakhiran data terkait situasi kebencanaan di Indonesia.
Berdasarkan hasil pemantauan Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB periode 5 Januari hingga 6 Januari 2026 pukul 07.00 WIB, tercatat sejumlah kejadian bencana baru di berbagai wilayah.
Baca Juga: Puncak Musim Hujan 2026, BNPB Laporkan Rentetan Bencana Banjir hingga Erupsi Gunung Lewotobi
Laporan tersebut menunjukkan bahwa fenomena alam yang terjadi masih didominasi oleh bencana hidrometeorologi basah.
Peristiwa seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang menjadi ancaman utama di awal tahun ini.
Banjir Bandang Maut di Sitaro
Sorotan utama dalam laporan ini adalah insiden di Provinsi Sulawesi Utara. Banjir bandang menerjang empat desa di empat kecamatan, Kabupaten Kepulauan Sitaro, pada Senin (5/1/2026).
Dampak dari peristiwa ini cukup fatal bagi warga setempat.
“Peristiwa ini mengakibatkan 11 orang meninggal dunia, lima orang dinyatakan hilang, serta 17 orang mengalami luka-luka. Sebanyak 143 kepala keluarga atau 444 jiwa terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman,” bunyi laporan resmi BNPB.
Merespons hal tersebut, pemerintah daerah setempat telah menetapkan status Tanggap Darurat berlaku mulai 5 Januari hingga 18 Januari 2026.
Meski banjir dilaporkan telah surut, tim gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap korban hilang.
















