Faktakalbar.id, NASIONAL – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, menyoroti pentingnya penguatan kelembagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam menghadapi potensi bencana, khususnya jelang momen Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Ia berharap BPBD di daerah tidak lagi dipimpin oleh pelaksana tugas (Plt) yang merangkap jabatan lain, agar memiliki kewenangan penuh dalam mengambil keputusan.
Baca Juga: Percepat Pemulihan Pasca Banjir, BNPB Targetkan Dokumen R3P Sumbar Rampung Januari 2026
Dalam Rapat Koordinasi Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi Basah yang digelar secara daring, Senin (29/12), Suharyanto mengungkapkan hasil pengamatan lapangannya.
Ia menilai masih ada kesan BPBD di tingkat kabupaten/kota belum cukup tangguh karena keterbatasan wewenang.
“Hasil pengamatan di lapangan, masih banyak di tingkat kabupaten/kota, terkesan BPBD belum tangguh belum kuat. Memang itu yang harus kita sadari bersama. Kami menyarankan, kedepan, barangkali salah satunya adalah meningkatkan kemampuan BPBD,” ujar Suharyanto.
BPBD Harus Jadi Komando
Suharyanto menekankan bahwa BPBD memiliki fungsi vital sebagai koordinator, komando, dan pelaksana dalam penanggulangan bencana sesuai Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007.
















