8 Ciri Khas Masyarakat Kelas Menengah

Ilustrasi - Salah satu ciri masyarakat kelas menengah yang mapan adalah kepemilikan aset yang beragam sebagai pondasi keamanan finansial di masa depan. (Dok. Ist)
Ilustrasi - Salah satu ciri masyarakat kelas menengah yang mapan adalah kepemilikan aset yang beragam sebagai pondasi keamanan finansial di masa depan. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Fenomena penyusutan jumlah masyarakat kelas menengah di Indonesia tengah menjadi sorotan. Tekanan ekonomi berkepanjangan, badai pemutusan hubungan kerja (PHK), hingga sulitnya lapangan kerja dengan upah layak membuat struktur sosial masyarakat berubah signifikan.

Pada 2019, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kelas menengah di Indonesia sebanyak 57,33 juta orang atau 21,45% dari total penduduk. Namun, pada 2024, angka tersebut menyusut menjadi 47,85 juta orang atau 17,13%.

Artinya, sekitar 9,48 juta warga telah “turun kasta” dari kategori ini. Sebagian besar beralih menjadi kelompok aspiring middle class (menuju kelas menengah) yang jumlahnya naik menjadi 137,50 juta orang, atau bahkan jatuh ke kelompok rentan miskin.

Di tengah dinamika ini, penting untuk mengenali standar kemapanan finansial yang sebenarnya. Pakar keuangan membedakan antara kelas menengah biasa dan kelas menengah atas upper middle class yang memiliki ketahanan ekonomi lebih kuat.

Baca Juga: Terjebak dalam Perangkap Uang: Pahami 4 Dampak Negatif ‘Mata Duitan’ pada Kualitas Hidupmu

Nicole Nicolet, pemilik Let’s Make Life Great, dan Go Banking Rates merangkum 8 ciri khas masyarakat kelas menengah yang berada di level mapan (menengah atas):

1. Memiliki Dana Sisa Setelah Kebutuhan Pokok

Ciri pertama adalah likuiditas keuangan yang sehat. Masyarakat kelas menengah yang mapan mampu menyisihkan uang bahkan setelah mereka memenuhi kebutuhan pokok, membayar investasi, dan memaksimalkan kontribusi dana pensiun.

Mereka memiliki ruang anggaran untuk menikmati hiburan seperti liburan atau makan malam rutin tanpa rasa khawatir.

2. Memiliki Aset yang Beragam

Kelompok ini tidak hanya menyimpan kekayaan dalam bentuk uang tunai di bank. Mereka mendiversifikasi aset ke dalam berbagai instrumen investasi, seperti saham, reksa dana, atau properti sewaan.

Kepemilikan portofolio investasi yang beragam ini memperkuat keamanan finansial mereka jangka panjang.

3. Tinggal di Lingkungan yang Nyaman

Lokasi tempat tinggal sering kali menjadi indikator status sosial ekonomi. Masyarakat kelas menengah atas biasanya tinggal di kawasan dengan kode pos yang banyak diminati.

Namun, mereka melakukan ini bukan untuk pamer, melainkan karena kemampuan finansial yang memadai untuk mengakses lingkungan yang lebih aman dan nyaman.

4. Minim Stres Finansial

Salah satu tanda paling jelas adalah ketenangan pikiran. Saat menghadapi tagihan tak terduga atau keadaan darurat, mereka mampu menanganinya tanpa kepanikan.

Ketenangan finansial dalam menghadapi pengeluaran besar adalah indikasi kuat seseorang telah mencapai level kemapanan ini.