Faktakalbar.id, NASIONAL – Kementerian Perindustrian memproyeksikan penyerapan 218.000 tenaga kerja baru pada sektor industri manufaktur sepanjang tahun 2026. Target ini merujuk pada kesiapan 1.236 perusahaan yang telah menyelesaikan tahap pembangunan dan mulai berproduksi tahun ini.
Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arief menjelaskan bahwa ribuan perusahaan tersebut merupakan hasil investasi baru, perluasan kapasitas, serta relokasi pabrik dari luar negeri.
Pergerakan tersebut bertujuan memperkuat struktur ekonomi nasional melalui peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB).
Baca Juga: Jangan Sampai Terjebak! Kenali 5 Ciri Lowongan Kerja Luar Negeri Palsu yang Berbahaya
“Masuknya investasi ke sektor industri tidak bisa dinilai hanya dari satu indikator sentimen. Fakta bahwa lebih dari seribu perusahaan industri siap beroperasi pada 2026 menunjukkan bahwa investasi manufaktur berjalan dan berkelanjutan,” ujar Febri Hendri.
Lonjakan Impor Mesin Produksi
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor barang modal pada tahun 2025 tumbuh sebesar 34,66 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Impor tersebut didominasi oleh mesin dan peralatan mekanis yang menjadi komponen utama aktivitas produksi baru.
Febri menegaskan bahwa peningkatan signifikan impor barang modal menjadi indikator kuat bahwa investasi manufaktur tumbuh pesat sepanjang 2025.
Kondisi ini menunjukkan industri sedang melakukan ekspansi dan modernisasi kapasitas produksi untuk mengejar target operasional tahun ini.
















