“Fokus utama kami adalah menjamin keamanan fisik jamaah serta kelancaran akses menuju lokasi ibadah,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa sinergitas antarinstansi menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan ibadah dan stabilitas wilayah Kalimantan Barat selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Keterlibatan berbagai pihak menunjukkan kehadiran negara dalam melindungi kebebasan beragama.
“Kami bekerja sama dengan rekan-rekan dari TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta organisasi kemasyarakatan lainnya. Kolaborasi dan sinergi ini adalah komitmen bersama Polda Kalbar dengan seluruh stakeholder untuk menghadirkan negara di tengah masyarakat, sehingga momen Natal tahun ini dapat berjalan dengan damai dan penuh suka cita,” pungkasnya.
Baca Juga: Pastikan Keamanan Malam Natal 2025, Forkopimda Kalbar Tinjau Pospam dan Gereja di Pontianak
Berdasarkan pantauan di lapangan, situasi di berbagai titik pelaksanaan ibadah di Kota Pontianak dan sekitarnya terpantau kondusif.
Selain menempatkan personel di rumah ibadah, petugas juga tetap bersiaga di pos-pos pelayanan dan pengamanan yang tersebar di titik strategis guna mengantisipasi lonjakan aktivitas masyarakat di ruang publik.
Pihak kepolisian juga terus mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban umum dan saling menghormati antar sesama demi terciptanya toleransi beragama yang kuat serta terjaganya keamanan ibadah di Bumi Khatulistiwa.
(*Red)
















