Dampak KBGO Terhadap Kesehatan Mental Korban

Ilustrasi - KBGO tidak hanya terjadi di layar, tetapi berdampak langsung pada kondisi psikologis dan rasa aman korban.
Ilustrasi - KBGO tidak hanya terjadi di layar, tetapi berdampak langsung pada kondisi psikologis dan rasa aman korban.

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) tidak hanya meninggalkan jejak di ruang digital, tetapi juga berdampak nyata terhadap kesehatan mental korban.

Serangan yang terjadi melalui media sosial, aplikasi pesan, atau platform digital lainnya kerap berlangsung terus-menerus dan sulit dihentikan, sehingga menimbulkan tekanan psikologis yang serius.

Dalam banyak kasus, dampak KBGO terhadap kesehatan mental korban justru lebih berat karena kekerasan dapat diakses publik dan meninggalkan jejak digital yang sulit dihapus.

Baca Juga: Mengapa Korban KBGO Sulit untuk Melapor?

  • Stres dan Kecemasan Berkepanjangan

Salah satu dampak paling umum dari KBGO adalah munculnya stres dan kecemasan berkepanjangan. Korban kerap merasa waswas setiap kali membuka media sosial atau menerima notifikasi di ponsel mereka.

Ketakutan akan serangan lanjutan membuat korban berada dalam kondisi siaga terus-menerus. Situasi ini dapat mengganggu konsentrasi, pola tidur, dan aktivitas sehari-hari korban.

  •  Trauma Psikologis akibat Kekerasan Berulang

KBGO memiliki karakter yang berulang dan sulit dikendalikan. Pelaku dapat menyerang kapan saja dan dari berbagai akun, sehingga korban sulit merasa aman. Kondisi ini berpotensi memicu trauma psikologis, termasuk gangguan stres pascatrauma.

Korban sering mengalami kilas balik, mimpi buruk, atau reaksi emosional berlebihan saat berhadapan dengan situasi yang mengingatkan pada kekerasan yang dialami. Trauma ini dapat bertahan lama jika tidak ditangani secara serius.

  • Menurunnya Rasa Percaya Diri dan Harga Diri

Serangan berbasis gender di ruang digital sering kali menyasar identitas dan tubuh korban. Komentar merendahkan, pelecehan seksual, dan ujaran kebencian dapat memengaruhi cara korban memandang diri mereka sendiri.

Dalam jangka panjang, KBGO dapat menurunkan rasa percaya diri dan harga diri korban. Tidak sedikit korban yang mulai menyalahkan diri sendiri atas kekerasan yang dialaminya, meskipun mereka tidak bersalah.

  • Menarik Diri dari Ruang Sosial Digital

Dampak lain dari KBGO terhadap kesehatan mental adalah kecenderungan korban untuk menarik diri dari ruang sosial, terutama media sosial.

Korban memilih membatasi interaksi, menutup akun, atau berhenti beraktivitas di ruang digital demi menghindari kekerasan lanjutan.

Padahal, ruang digital juga berfungsi sebagai sarana bersosialisasi, bekerja, dan berekspresi. Penarikan diri ini dapat mempersempit ruang sosial korban dan memperparah perasaan terisolasi.

  • Risiko Depresi dan Gangguan Mental Lainnya

Jika berlangsung tanpa dukungan yang memadai, KBGO dapat meningkatkan risiko depresi dan gangguan kesehatan mental lainnya.

Perasaan tidak berdaya, malu, dan kehilangan kontrol atas situasi dapat menumpuk dan berdampak serius pada kesejahteraan psikologis korban.

Dalam kondisi tertentu, korban bahkan dapat mengalami pikiran untuk menyakiti diri sendiri. Oleh karena itu, KBGO harus dipahami sebagai persoalan kesehatan mental yang memerlukan perhatian serius.

Baca Juga: Bentuk-bentuk KBGO yang Sering Tidak Disadari

Dampak KBGO terhadap kesehatan mental menunjukkan pentingnya dukungan yang komprehensif bagi korban.

Pendampingan psikologis, lingkungan yang aman, serta keberpihakan sosial sangat dibutuhkan untuk membantu korban pulih.

Upaya pencegahan dan penanganan KBGO tidak cukup hanya dengan memblokir akun pelaku atau menghapus konten.

Dibutuhkan kesadaran kolektif bahwa kekerasan berbasis gender online memiliki dampak nyata dan berkepanjangan terhadap kesehatan mental korban.

(*Sari)