Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Momen menerima gaji pertama adalah salah satu tonggak sejarah paling membahagiakan dalam hidup.
Rasanya dunia ada di genggaman.
Setelah berjuang skripsi dan mencari kerja, akhirnya ada nominal Rupiah yang masuk ke rekening hasil keringat sendiri.
Namun, euforia ini sering kali menjadi bumerang.
Baca Juga: Bukan Tak Mampu, Ini 4 Alasan Logis Kenapa Gen Z Lebih Pilih Sewa Apartemen Ketimbang Beli Rumah
Banyak anak muda yang merasa “kaya mendadak” lalu menghabiskan uangnya tanpa perhitungan.
Akibatnya, di pertengahan bulan sudah kembali makan mie instan.
Jika kebiasaan ini diteruskan, impian untuk mapan finansial hanya akan jadi angan-angan.
Berikut adalah 5 kesalahan umum dalam mengatur gaji pertama yang harus Anda hindari sejak dini.
1. Jebakan “Self-Reward” yang Kebablasan
“Saya sudah kerja keras sebulan ini, saya pantas beli sepatu mahal ini.”
Kalimat ini adalah racun yang manis.
Memberi hadiah pada diri sendiri (self-reward) itu boleh dan penting untuk motivasi.
Namun, jika self-reward menghabiskan 50% dari gaji Anda, itu namanya pemborosan berkedok apresiasi diri.
Ingat, gaji pertama biasanya belum seberapa, jadi sesuaikan gaya hidup dengan kemampuan, bukan dengan keinginan.
2. Meremehkan Dana Darurat
Anak muda sering merasa fisiknya kuat dan hidupnya aman-aman saja, sehingga merasa tidak butuh Dana Darurat.
Padahal, musibah seperti sakit, HP rusak, atau motor mogok bisa terjadi kapan saja.
Jika Anda tidak menyisihkan uang untuk pos ini sejak gaji pertama, Anda akan terpaksa berutang saat musibah datang.
Idealnya, sisihkan minimal 10% dari gaji untuk dana darurat sebelum digunakan untuk belanja.





















