“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin memperkenalkan bahwa wisata di Kalbar bukan hanya soal alam, tapi juga tentang cita rasa dan budaya yang hidup di masyarakat,” ujarnya.
Ia menyebutkan bahwa pelestarian kuliner daerah seperti Jimot Lulun dapat menjadi pintu masuk strategis dalam penguatan ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis kearifan lokal.
(Ra)
















