Dengan status ini, mereka akan tercatat resmi sebagai bagian dari populasi Kota Pontianak, sehingga dapat mengakses berbagai layanan publik dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) mereka.
“Status ini penting agar mahasiswa yang tinggal di Pontianak tetap terdata. Jadi ketika membutuhkan pelayanan publik di sini, mereka sudah termasuk dalam sistem kependudukan,” jelasnya.
Hingga saat ini, jumlah penduduk nonpermanen yang terdaftar di Kota Pontianak mencapai 908 orang.
Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Kota Pontianak, Ferdita, menambahkan bahwa pelayanan jemput bola ini merupakan upaya memperluas jangkauan layanan.
“Mahasiswa tidak perlu datang ke kantor Dukcapil. Kami yang hadir ke kampus untuk memberikan pelayanan langsung,” ucapnya.
Pada hari pertama, sebanyak 75 mahasiswa FEB telah mendaftar. Pendaftaran hanya membutuhkan fotokopi Kartu Keluarga atau KTP dari daerah asal serta pengisian formulir F1-15.
“Kegiatan ini berlangsung dua hari, Rabu dan Kamis. Untuk hari pertama sudah ada 75 mahasiswa yang mendaftar,” ungkap Ferdita.
Inovasi Jemput Permen yang digagas Ferdita ini merupakan bagian dari aksi perubahannya dalam Pelatihan Kepemimpinan Administrator.
Program ini dirancang untuk mempermudah pendaftaran, menjamin akurasi data kependudukan, dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya administrasi kependudukan.
Ke depan, Disdukcapil berencana memperluas program ini ke fakultas lain di Untan dan universitas lainnya di Pontianak, dengan harapan seluruh penduduk, baik permanen maupun nonpermanen, dapat terdata dengan baik.
(ra)
















