Atasi Macet, Ketua Komisi V DPR Tawarkan Dua Opsi Pembangunan Jembatan di Sintang

"Ketua Komisi V DPR, Lasarus, menawarkan dua opsi pembangunan jembatan untuk atasi kemacetan di Sintang, termasuk duplikasi Jembatan Melawi dan pembangunan jalur baru."
Ketua Komisi V DPR, Lasarus, menawarkan dua opsi pembangunan jembatan untuk atasi kemacetan di Sintang, termasuk duplikasi Jembatan Melawi dan pembangunan jalur baru. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, SINTANG – Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, menegaskan komitmennya untuk mencari solusi konkret terhadap masalah kemacetan di Kota Sintang, terutama di sekitar Tugu Jam hingga Jembatan Melawi.

Ia mengungkapkan bahwa pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Sintang sedang menyiapkan dua opsi untuk mengurai kepadatan kendaraan di wilayah tersebut.

“Opsi pertama adalah duplikasi jembatan, artinya kita membangun satu jembatan baru di samping jembatan yang ada sekarang. Bersamaan dengan itu akan dilakukan penataan simpang bundaran dan jalur jalan lintas Melawi,” jelas Lasarus dalam kunjungannya ke Sintang.

Menurutnya, jalur jalan lintas Melawi saat ini sudah tidak ideal karena sempit.

Baca Juga: Kisah Perjuangan Guru di Pedalaman Sintang: Terjang Lumpur 40 Menit Demi Mengajar, Sepatu Pantofel Hanya Impian

Ia mengatakan, lebar jalan seharusnya empat meter di kiri dan empat meter di kanan, ditambah satu meter untuk drainase.

“Pelebaran jalan ini menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, sementara kementerian akan membantu melalui studi dan analisa teknis,” katanya.

Lasarus menambahkan, setelah studi teknis oleh Kementerian PUPR selesai, pemerintah daerah akan diminta menyiapkan lahan sebagai langkah mitigasi sebelum pembangunan dimulai.

Ia berharap seluruh tahapan dapat diselesaikan selama masa jabatannya di DPR.

“Kalau semua proses selesai, barulah kita bicara soal penganggaran. Saya harap dalam masa jabatan saya di DPR, tahap-tahap ini bisa kita selesaikan,” ujarnya.

Selain duplikasi jembatan, Lasarus juga menawarkan alternatif kedua, yaitu membangun jembatan baru di bagian hulu Sungai Melawi.