Faktakalbar.id, SINTANG – Kondisi jalan utama yang menghubungkan Desa Mentuai hingga Desa Bukit Segaloh di Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Sintang, menjadi sorotan publik.
Hal ini bermula dari sebuah rekaman video yang diunggah oleh seorang guru, yang menunjukkan perjuangannya setiap hari melintasi akses jalan yang hancur dan berlumpur untuk sampai ke sekolah.
Dalam video yang dibagikannya di media sosial, guru tersebut dengan gamblang menceritakan sulitnya medan yang harus ia dan para siswanya lalui, terutama setelah banjir.
“Ini habis banjir, baru saja surut hari ini, jadi keadaan jalan seperti ini. Anak-anak tidak pernah pakai sepatu di sini. Kalau pakai sepatu, ya siap-siap lumpur semua,” ungkapnya di awal video.
Baca Juga: Jalan Rusak di Sintang Jadi ‘Kubangan Babi’, Warga Protes Melalui Video
Ia menyoroti kondisi jalan yang menurutnya telah diabaikan selama bertahun-tahun, sehingga menghambat proses belajar mengajar di SDN 19 Sukamaju.
“Posisi jalan hancur lebur. Berjalan saja susah mencarinya karena lumpurnya dalam-dalam, harus milih-milih tempat. Jalan kami yang hampir tiga empat tahun ini yang enggak tersentuh sama sekali oleh pembangunan,” tuturnya.
Kondisi ini secara langsung berdampak pada waktu tempuh dan kedisiplinan di sekolah. Perjalanan yang seharusnya singkat menjadi dua kali lebih lama saat jalanan becek.
“Jadi kami sebenarnya itu masuk jam 7.30, tapi karena kendala jalan seperti ini kadang masuknya tujuh tiga puluh lewat lima menit, kadang lewat sepuluh menit. Perjalanan dari tempat saya tinggal jalan kaki sekitar 30 menit keadaan jalan kering. Kalau seperti ini, bisa sampai 40-an menit jalan kaki,” jelasnya.
“Kalau untuk motor, jelas tidak bisa karena kondisi jalannya seperti itu,” sambungnya.
Ia juga menunjukkan alas kaki yang menjadi andalannya, bukan sepatu formal, melainkan sepatu bot yang siap menerjang lumpur.
“Jadi kami sebagai tenaga pendidik di sini tidak pernah pakai sepatu pantofel yang bersemir, karena jelas tidak memungkinkan. Sepatunya yang seperti ini,” ujarnya sambil mengangkat sepatu bot yang dikenakannya, yang bisa masuk ke lumpur.
Guru tersebut menambahkan bahwa meskipun beberapa titik jalan berada di dataran yang lebih tinggi, kondisinya sama parahnya saat hujan turun.
















