Kisah Perjuangan Guru di Pedalaman Sintang: Terjang Lumpur 40 Menit Demi Mengajar, Sepatu Pantofel Hanya Impian

"Seorang guru di Kayan Hilir, Sintang, merekam perjuangannya menerjang jalan rusak berlumpur yang sudah 4 tahun tak tersentuh pembangunan untuk bisa mengajar siswa."
Seorang guru di Kayan Hilir, Sintang, merekam perjuangannya menerjang jalan rusak berlumpur yang sudah 4 tahun tak tersentuh pembangunan untuk bisa mengajar siswa. (Dok. Ist)

Hanya kendaraan gardan ganda yang sesekali berani melintas.

“Ini posisinya sudah mendekati SD, sebenarnya masih panjang yang terkena banjir, cuma ini hanya sebagian saja, SDN 19 Sukamaju, Kecamatan Kayan Hilir,” tutupnya.

Unggahan tersebut sontak menuai beragam respons dari warganet yang turut prihatin dengan kondisi tersebut.

Warganet dengan username @heru_erlangga.19.

“Faktor alam ditambah minimnya perbaikan jalan sehingga menghambat mobilitas peserta didik maupun tenaga pendidik serta warga sekitar. Jika hujan full 1 hari pasti volume air sedalam dada orang dewasa,” komentarnya.

“Ya Allah sampai kapan jalannya begini terus,” tulis @rindawt220.

“Menyedihkan jaln sekolah ku,” ketik @_3koo turut merespon.

Baca Juga: Tiga Dekade dalam Gelap dan Lubang: Jeritan Warga Sintang Menagih Janji Pemerintah

(*Mira)