Kericuhan Antar Fakultas di UNTAN Berawal Dari Unggahan Kontroversial

Kericuhan antar mahasiswa di lingkungan Universitas Tanjungpura (UNTAN), Pontianak. (Dok. Ist)
Kericuhan antar mahasiswa di lingkungan Universitas Tanjungpura (UNTAN), Pontianak. (Dok. Ist)

Menurut kesaksian seorang mahasiswa yang bermukim di sekitar arboretum, beberapa mahasiswa dari Fakultas Hukum telah terlihat mendatangi area tersebut sejak Jumat subuh.

Puncak ketegangan terjadi pada malam hari ketika sekelompok mahasiswa Fakultas Hukum bergerak menuju Arboretum Sylva UNTAN.

Saat tiba di dekat Fakultas Pertanian, adu mulut yang sengit tak terhindarkan dan dengan cepat berujung pada bentrokan fisik.

Baca Juga: Alerta! Puluhan Massa Aksi di Malang Ditangkap, Terjadi Dugaan Kekerasan oleh Aparat

Upaya pihak keamanan kampus untuk menengahi pada awalnya tidak membuahkan hasil.

Kericuhan baru berhasil diredam sekitar pukul 03.00 WIB dini hari setelah mediasi intensif yang melibatkan pihak keamanan internal, pimpinan universitas, aparat kepolisian, serta Presma Najmi Ramadhan yang turut turun tangan menenangkan kedua kubu.

Dalam video klarifikasi yang disebarkannya, Presiden Mahasiswa UNTAN, Najmi Ramadhan, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.

“Saya, Najmi Ramadhan, Presiden Mahasiswa UNTAN, meminta maaf atas pernyataan saya yang menyebabkan kegaduhan, terutama kepada teman-teman Fakultas Hukum dan PASKHAS sebagai penyelenggara PKKMB. Saya berharap pelaksanaan PKKMB di Universitas Tanjungpura ke depan dapat dievaluasi dan diperbaiki agar lebih baik.” video klarifikasi

Di sisi lain, mahasiswa Fakultas Hukum yang terlibat dalam unggahan kontroversial, Raja Batuah, juga merilis video permintaan maafnya.

“Perkenalkan, saya Raja Batuah, mahasiswa Fakultas Hukum UNTAN. Saya meminta maaf kepada rekan-rekan mahasiswa dan Dekan Fakultas Kehutanan atas tindakan saya yang menyinggung fakultas tersebut. Terima kasih.” ujar Raja Batuah dalam vidio tersebut.

(Tim Redaksi)