Faktakalbar.id, NASIONAL – Bencana tanah longsor terjadi di Kampung Cisalasih, Desa Cikidang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat, pada Sabtu (5/7/2025) sekitar pukul 18.15 WIB.
Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak siang hari memicu pergerakan tanah di lereng yang dikenal rawan longsor.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa satu rumah mengalami kerusakan berat akibat longsor.
Baca Juga: BNPB: Banjir dan Karhutla Landa Sejumlah Wilayah, Warga Diminta Waspada
Sementara itu, tiga rumah lainnya kini dalam kondisi terancam.
Kejadian ini berdampak langsung pada empat kepala keluarga dengan total 11 jiwa.
Tragisnya, satu orang warga dilaporkan meninggal dunia dalam peristiwa ini.
Hingga kini, tidak ditemukan korban luka-luka ataupun warga yang mengungsi.
Menanggapi kejadian tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat bersama BPBD Kabupaten Bandung Barat segera turun tangan.
Langkah-langkah penanganan darurat dilakukan, termasuk kaji cepat di lokasi bencana, koordinasi dengan aparat setempat, serta penyaluran bantuan logistik dan peralatan untuk warga terdampak.
Baca Juga: BNPB Catat Longsor dan Angin Kencang di Sejumlah Daerah
Selain bantuan logistik, BPBD juga memberikan layanan dukungan psikososial kepada keluarga korban, termasuk mengunjungi rumah duka.
“Kami hadir tidak hanya untuk penanganan fisik, tetapi juga memberikan dukungan emosional bagi keluarga yang berduka,” ujar perwakilan BPBD Jawa Barat dalam keterangan tertulis.
Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan kondusif dan belum ditemukan potensi longsor susulan.
BNPB terus memantau situasi serta mendukung penuh penanganan di lapangan.
Meski belum ada estimasi resmi terkait total kerugian material, proses pendataan masih berlangsung.
Baca Juga: BMKG Prediksi Musim Kemarau Lebih Pendek, BNPB Imbau Masyarakat Siaga Kekeringan
BNPB mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama di wilayah perbukitan dan lereng selama musim hujan.
“Deteksi dini, pelaporan cepat, dan kesiapsiagaan komunitas menjadi kunci mengurangi risiko korban jiwa maupun kerugian harta benda,” tegas BNPB.
(*Red)
















