- 50 juta dolar Australia untuk mengurangi risiko proyek-proyek infrastruktur swasta guna mendukung ambisi Indonesia menuju nol karbon. Hal ini akan membantu Indonesia mendapatkan pembiayaan sektor swasta untuk proyek-proyek berpotensi tinggi, serta menyediakan studi kelayakan dan penilaian lingkungan untuk mendukung pengembangan proyek
- 100 juta dolar Australia untuk mendukung agenda Indonesia yaitu keuangan berkelanjutan dan transisi energi yang berkeadilan. Hal ini mencakup bantuan teknis, perluasan kemitraan dengan pemerintah, dan inisiatif inklusi sosial untuk memastikan perempuan, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan mendapatkan manfaat dari transisi energi bersih.
- Pendanaan tahap kedua ini juga akan mendukung pembentukan mekanisme bilateral untuk memajukan kolaborasi dalam ekosistem kendaraan listrik di bawah Kemitraan.
Komitmen ini merupakan tambahan dari inisiatif tahap pertama senilai 50 juta dolar Australia yang diumumkan pada Pertemuan Pemimpin Tahunan Australia-Indonesia pada Juli 2023.(rfk)















