Tank telah dikerahkan untuk melindungi bank cabang lokal karena takut diserbu nasabah.Demikian sebaran viral dari sebuah video. Seperti dikutip dari media lokal, mengatakan bahwa rekaman itu berasal dari Rizhao, di Provinsi Shandong.
Masalah ini pertama kali muncul pada April ketika South China Morning Post (SCMP), dalam sebuah artikel, bahwa penduduk provinsi Henan dan Anhui mengalami penolakan akses saat ingin menarik rekening bank. Saat itu alasannya karena ada peningkatan sistem.
Sejak itu, deposito bank di Desa Yuzhou Xinminsheng Bank, Bank Kabupaten Shangcai Huimin, Bank Komunitas Zhecheng Huanghuai, dan Bank Negara New Oriental Kaifeng di provinsi Henan dan Bank Desa Guzhen Xinhuaihe di provinsi tetangga Anhui terdampak. Klip video dari Henan menunjukkan antrean panjang tank yang menghalangi penduduk setempat untuk mendekati kantor bank. Saat kamera bergerak, antrean kendaraan lapis baja itu terlihat menutupi seluruh blok.
Penduduk setempat terlihat gelisah, tetapi terpaksa menunggu karena terhalang kendaraan lapis baja. Pengguna Reddit membandingkan peristiwa itu dengan insiden Lapangan Tiananmen pada 1989. Saat itu ratusan tank digunakan untuk membubarkan protes pro-demokrasi.
“Sejarah berulang,” kata netizen. “Saya ingin tahu apa yang akan terjadi jika operator bank tidak dapat menarik uang mereka juga,” imbuh netizen.
Penduduk setempat yang terkena krisis perbankan, mengklaim deposito 40 miliar yuan (USD 6 miliar) telah hilang. Mereka protes menuntut ganti rugi tabungan mereka. Pihak berwenang Tiongkok mengatakan bahwa bank-bank yang menjadi pusat kontroversi diambil alih oleh Henan Xincaifu Group melalui kolusi internal dan eksternal dan secara ilegal. Investigasi terhadap skandal perbankan sedang berlangsung.(fk/int)










