Zulhas Minta Masalah Sampah di Indonesia Segera Ditangani
Zulhas menyoroti kondisi persampahan Indonesia dan mendorong investasi hijau serta pengolahan sampah menjadi energi sebagai solusi.
Faktakalbar.id - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas menyoroti kondisi persampahan di Indonesia yang dinilai sudah membutuhkan penanganan segera. Pemerintah pun mendorong investasi hijau di sektor pengelolaan sampah.
Hal tersebut disampaikan Zulhas saat menghadiri High Level and CEO Forum on Low-Emission Rice and Sustainable Agriculture dalam rangkaian Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA) ke-81 dan Climate Week NYC 2026 di New York, Amerika Serikat.
Zulhas mengatakan salah satu langkah yang didorong pemerintah untuk mengatasi persoalan tersebut adalah pengolahan sampah menjadi energi atau waste to energy. Menurutnya, sektor persampahan menjadi salah satu prioritas dalam investasi hijau di Indonesia.
Selain pengelolaan sampah, Zulhas menawarkan peluang investasi hijau pada sektor pangan dan kelautan. Di sektor pangan, pemerintah mendorong pengembangan budidaya padi rendah emisi, sedangkan sektor kelautan diarahkan pada pengembangan karbon biru (blue carbon).
Pemerintah juga berupaya memperkuat mekanisme pasar karbon untuk meningkatkan daya tarik investasi pada proyek-proyek hijau. Zulhas mengatakan penyederhanaan aturan dan penguatan tata kelola perdagangan karbon diperlukan agar hasil penurunan emisi dapat memiliki nilai ekonomi sekaligus menarik pembiayaan.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga 31 Agustus 2026 terdapat 159 pengguna jasa yang terdaftar di Bursa Karbon Indonesia. Sejak diluncurkan pada September 2023, volume transaksi karbon secara agregat mencapai 1,98 juta ton CO2 ekuivalen dengan nilai transaksi Rp93,90 miliar.
Untuk sektor persampahan, investasi diarahkan pada fasilitas pengolahan yang dapat mengurangi beban tempat pembuangan akhir sekaligus menghasilkan energi maupun nilai ekonomi lainnya. Pemerintah berharap keterlibatan investor dapat membantu mempercepat penyelesaian persoalan sampah sekaligus mendukung agenda penurunan emisi.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.