faktakalbar

Wamendagri Ajak Generasi Muda Ambil Peran di Tengah Perkembangan AI

Wamendagri Bima Arya mengajak generasi muda membangun kompetensi, jaringan, dan karakter serta berani mengambil peran di tengah perkembangan AI.

Penulis: Clara Friday, 28 August 2026 📖 2 menit
Wamendagri Ajak Generasi Muda Ambil Peran di Tengah Perkembangan AI
Wamendagri Bima Arya mengajak generasi muda membangun kompetensi, jaringan, dan karakter serta berani mengambil peran di tengah perkembangan AI. (dok.ist)

Faktakalbar.id - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengajak generasi muda untuk tidak hanya menjadi penonton di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial atau AI. Menurutnya, anak muda memiliki peran penting dalam menentukan arah pembangunan Indonesia di tengah perubahan zaman yang semakin cepat.

Bima menyampaikan hal tersebut saat menjadi narasumber dalam Talk Show Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026 di UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangerang Selatan, Kamis (27/8/2026).

Menurut Bima, ada tiga hal utama yang perlu dimiliki generasi muda untuk menghadapi perubahan, yakni membangun kompetensi, memperluas jaringan, dan berani mengambil peran.

Tiga Kunci Hadapi Era AI

Bima mengatakan generasi muda harus terus meningkatkan kemampuan agar mampu mengikuti perubahan teknologi. Selain kompetensi, membangun jaringan juga penting karena perkembangan karier dan kehidupan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu.

Hal ketiga adalah keberanian untuk mengambil peran. Menurut Bima, kontribusi tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar.

Ia mendorong anak muda untuk berkontribusi mulai dari lingkungan terdekat, seperti komunitas, kampus, hingga lingkungan tempat tinggal.

AI Tidak Akan Sepenuhnya Menggantikan Manusia

Bima juga menyoroti kekhawatiran mahasiswa terhadap perkembangan AI yang semakin pesat. Ia meminta generasi muda tidak melihat AI semata-mata sebagai ancaman terhadap masa depan pekerjaan.

Menurutnya, AI merupakan bagian dari perkembangan zaman yang harus dipahami dan dikuasai. Teknologi tersebut dapat membantu manusia menyelesaikan pekerjaan dengan lebih cepat, tetapi tetap memiliki keterbatasan.

Bima menilai manusia masih memiliki aspek yang tidak dimiliki AI, seperti hati, nurani, kebijaksanaan, dan nilai kemanusiaan. Karena itu, ia optimistis manusia tetap memiliki posisi penting selama mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Tiga Kompetensi yang Perlu Dipersiapkan

Selain tiga kunci tersebut, Bima menyebut terdapat setidaknya tiga kompetensi yang perlu dipersiapkan anak muda, yaitu:

  • Digital skills, untuk memahami dan memanfaatkan teknologi digital.
  • Thinking skills, berupa kemampuan berpikir analitis dan memecahkan masalah.
  • Human skills, yakni kemampuan berkomunikasi dan membangun hubungan dengan orang lain.

Menurutnya, kemampuan berinteraksi dengan orang lain tetap penting meskipun teknologi semakin berkembang. Jaringan yang luas juga dapat membantu generasi muda menghadapi perubahan dan membuka lebih banyak peluang.

Karakter Tetap Menjadi Modal Penting

Bima turut menekankan pentingnya membangun karakter. Menurutnya, pendidikan tidak hanya diperoleh melalui bangku kuliah, tetapi juga melalui pengalaman, diskusi, pergaulan, dan interaksi dengan masyarakat.

Ia berharap mahasiswa tidak hanya mengejar kecerdasan akademik, tetapi juga memiliki kebijaksanaan dan kematangan dalam menghadapi berbagai perubahan.

Perkembangan teknologi yang semakin cepat membuat generasi muda dituntut mampu membaca perubahan sekaligus belajar dari pengalaman masa lalu. Dengan menggabungkan kompetensi, kemampuan beradaptasi, jaringan, dan karakter, generasi muda diharapkan mampu mengambil peran lebih besar dalam pembangunan Indonesia.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK