Titik Api di 3 Provinsi Kalimantan Bertambah, Jarak Pandang Cuma 1–2 Km
BNPB mencatat peningkatan titik api di Kalbar, Kalteng, dan Kalsel. Jarak pandang di sejumlah wilayah terdampak kurang dari 2 kilometer akibat karhutla.
Faktakalbar.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan adanya peningkatan titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tiga provinsi Kalimantan, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan jumlah titik panas di Kalimantan Barat mengalami peningkatan signifikan. Sementara itu, jumlah titik panas di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan relatif menurun.
Meski demikian, jumlah fire spot atau titik api tercatat meningkat di ketiga provinsi tersebut.
Ribuan Titik Panas Terdeteksi di Kalimantan
Berdasarkan data BNPB per Senin (31/8/2026), Kalimantan Barat mencatat 7.377 titik panas, meningkat 3.553 titik dibandingkan sebelumnya.
Di Kalimantan Tengah terdapat 5.244 titik panas, turun 147 titik. Sementara Kalimantan Selatan mencatat 504 titik panas, turun 405 titik.
Untuk fire spot, Kalimantan Barat mencatat 104 titik, naik 88 titik. Kalimantan Tengah memiliki 72 fire spot atau naik 16 titik, sedangkan Kalimantan Selatan mencatat 55 fire spot atau meningkat tiga titik.
Jarak Pandang di Sejumlah Wilayah Menurun
Kondisi karhutla juga berdampak terhadap jarak pandang di wilayah terdampak.
Di Kalimantan Barat, jarak pandang tercatat kurang dari satu kilometer. Kondisi serupa juga terjadi di Kalimantan Tengah.
Sementara di Kalimantan Selatan, jarak pandang berada di bawah dua kilometer. Kondisi tersebut menunjukkan pekatnya asap di wilayah yang terdampak karhutla.
BNPB juga menyampaikan bahwa berdasarkan data polutan dari BMKG, kondisi asap di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan diperkirakan masih relatif sangat pekat hingga Selasa (1/9/2026).
Kondisi Berbeda di Sumatera
Sementara itu, kondisi titik api di sejumlah wilayah Sumatera cenderung berbeda.
BNPB mencatat titik panas di Riau dan Jambi mengalami penurunan signifikan. Namun, Sumatera Selatan justru mengalami peningkatan 209 titik panas hingga mencapai 1.013 titik.
Jarak pandang di Riau dan Sumatera Selatan berada pada kisaran 4–5 kilometer, sedangkan di Jambi sekitar 6–7 kilometer.
Masyarakat Diminta Waspadai Kualitas Udara
Dengan kondisi asap yang masih pekat, masyarakat di wilayah terdampak karhutla perlu memperhatikan perkembangan kualitas udara dan mengurangi paparan asap, terutama ketika kondisi udara memburuk.
Kondisi ini juga menjadi perhatian karena kabut asap dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan jarak pandang, terutama di wilayah yang terdampak langsung kebakaran hutan dan lahan.
BNPB bersama pemerintah daerah dan instansi terkait terus melakukan pemantauan serta penanganan karhutla di wilayah prioritas.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.