Terminal Tayan-Sanggau Jadi Jalur Alternatif Distribusi Biosolar ke Lima Wilayah Kalbar
Faktakalbar.id - Terminal Penyangga Tayan-Sanggau mulai digunakan sebagai titik suplai tambahan Biosolar untuk menjaga distribusi BBM ke lima wilayah Kalimantan Barat di tengah kendala jalur Sungai Kapuas.
Faktakalbar.id - Terminal Penyangga Tayan-Sanggau mulai digunakan sebagai titik suplai tambahan Biosolar untuk menjaga distribusi BBM ke lima wilayah Kalimantan Barat di tengah kendala jalur Sungai Kapuas.
Fasilitas tersebut mulai dioperasikan sejak 8 September 2026 dan mendukung penyaluran Biosolar menuju Kabupaten Sanggau, Sintang, Melawi, Sekadau, dan Kapuas Hulu.
Perubahan pola distribusi dilakukan setelah kondisi Sungai Kapuas mengalami penyusutan yang memengaruhi akses kapal suplai menuju Fuel Terminal Sintang.
Fuel Terminal Manager Sintang Risky Firmansyah mengatakan kondisi tersebut membuat Pertamina perlu menyesuaikan jalur pengiriman BBM.
"Penyaluran sebelumnya kami optimalkan melalui jalur darat dari Integrated Terminal Pontianak. Kini, dukungan Terminal Penyangga Tayan-Sanggau memungkinkan Biosolar dipindahkan langsung dari kapal ke mobil tangki melalui sistem direct loading," kata Risky.
Dalam skema tersebut, mobil tangki mengambil Biosolar langsung dari kapal di Terminal Penyangga Tayan-Sanggau.
Mobil tangki kemudian membawa BBM menuju SPBU di wilayah yang menjadi tujuan distribusi.
Pola pengiriman itu membuat proses pemindahan Biosolar tidak harus melalui tahapan penyaluran dari terminal utama terlebih dahulu.
Menurut Risky, mekanisme tersebut dapat mengurangi jarak sekaligus waktu pengiriman menuju wilayah hulu.
Kebutuhan setiap wilayah menjadi salah satu dasar dalam menentukan volume Biosolar yang dikirim melalui terminal tersebut.
Kondisi akses distribusi juga diperhitungkan dalam menentukan pola pengiriman menuju masing-masing daerah.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Edi Mangun mengatakan terminal tersebut digunakan untuk mendekatkan titik suplai dengan wilayah tujuan.
"Melalui Terminal Penyangga Tayan-Sanggau, kami memperkuat kapasitas penyaluran Biosolar sekaligus mendekatkan titik suplai ke wilayah hulu Kalimantan Barat," kata Edi di Pontianak, Kamis.
Operasional terminal dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan pemangku kepentingan terkait.
Koordinasi tersebut berkaitan dengan dukungan terhadap operasional fasilitas dan kelancaran distribusi BBM.
Selain jalur air, faktor keselamatan perjalanan darat juga menjadi perhatian dalam distribusi menggunakan mobil tangki.
Asap akibat kebakaran hutan dan lahan dapat menurunkan jarak pandang sehingga memengaruhi penentuan waktu serta jalur perjalanan.
Edi mengatakan distribusi tetap diupayakan berjalan untuk memenuhi kebutuhan BBM masyarakat di wilayah hulu.
"Kami memahami pentingnya BBM bagi mobilitas dan kegiatan ekonomi masyarakat. Karena itu, kami terus mengoptimalkan distribusi agar pengiriman ke SPBU tetap berjalan hingga wilayah hulu," katanya.
Pertamina mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan selama penyesuaian jalur distribusi berlangsung.
Laporan mengenai dugaan penyimpangan penyaluran BBM dapat disampaikan melalui Pertamina Contact Center 135.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.