223 Titik Panas Terdeteksi di Kalbar, Sejumlah Wilayah Masuk Kategori Mudah Terbakar hingga 8 Oktober
Faktakalbar.id - Sebanyak 223 titik panas terdeteksi di wilayah Kalimantan Barat dalam pemantauan selama 24 jam terakhir, sementara sejumlah wilayah masuk kategori mudah hingga sangat mudah terbakar.
Faktakalbar.id - Sebanyak 223 titik panas terdeteksi di wilayah Kalimantan Barat dalam pemantauan selama 24 jam terakhir, sementara sejumlah wilayah masuk kategori mudah hingga sangat mudah terbakar.
Data tersebut menjadi perhatian di tengah kondisi kabut asap yang masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat pada Jumat (2/10/2026).
Berdasarkan informasi BMKG Supadio Pontianak, indeks kebakaran hutan dan lahan di sebagian wilayah Kalimantan Barat berada pada kategori mudah hingga sangat mudah terbakar.
Kondisi tersebut diprakirakan berlangsung selama sepekan, mulai 2 hingga 8 Oktober 2026.
Selain potensi kebakaran, kondisi cuaca Kalimantan Barat pada Jumat masih didominasi cuaca berawan dan kabut asap.
Prakirawan BMKG Supadio Pontianak, Debi, mengatakan hujan ringan masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah.
“Hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Ketapang, Kayong Utara, Melawi, Sintang, dan Kapuas Hulu,” ujar Debi dalam laporan cuaca di Warta Berita Pagi RRI Pro 1 Pontianak, Jumat (2/10/2026).
Pada siang hingga sore hari, hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian wilayah Sambas, Kota Singkawang, Bengkayang, Landak, Mempawah, Kota Pontianak, Kubu Raya, dan Ketapang.
Peluang hujan juga diprakirakan meningkat pada malam hingga dini hari di sebagian besar wilayah Kalimantan Barat.
Sebagian wilayah Sanggau dan Sintang bahkan berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang.
Di sisi lain, angin diprakirakan bergerak dari timur laut hingga tenggara dengan kecepatan 10 hingga 35 kilometer per jam.
Suhu udara diprakirakan berkisar antara 23 hingga 34 derajat Celsius, sedangkan kelembapan udara berada pada kisaran 53 hingga 98 persen.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai hujan yang dapat disertai petir atau kilat serta angin kencang berdurasi singkat.
Data titik panas dan indeks kebakaran menjadi salah satu informasi yang perlu diperhatikan selama periode rawan kebakaran.
Kondisi tersebut terutama perlu menjadi perhatian di wilayah yang memiliki vegetasi mudah terbakar dan mengalami penurunan kelembapan.
Informasi mengenai perkembangan cuaca dan kondisi titik panas dapat dipantau melalui kanal resmi BMKG Kalimantan Barat.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.