faktakalbar

Telkom Siapkan 20 Persen Pendapatan untuk Perkuat Infrastruktur Digital

Telkom Indonesia mengalokasikan 18–20 persen pendapatan untuk investasi infrastruktur digital pada 2026 guna mengantisipasi pertumbuhan ekonomi digital dan kebutuhan AI.

Penulis: Clara Wednesday, 26 August 2026 📖 2 menit
Telkom Siapkan 20 Persen Pendapatan untuk Perkuat Infrastruktur Digital
Telkom Indonesia mengalokasikan 18–20 persen pendapatan untuk investasi infrastruktur digital pada 2026 guna mengantisipasi pertumbuhan ekonomi digital dan kebutuhan AI. (dok.ist)

Faktakalbar.id - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mengalokasikan sekitar 18–20 persen dari pendapatan perusahaan untuk investasi infrastruktur digital sepanjang 2026. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang diproyeksikan semakin besar hingga 2030.

Direktur Utama Telkom Indonesia Dian Siswarini mengatakan pembangunan infrastruktur digital menjadi hal penting agar potensi ekonomi digital Indonesia dapat dimanfaatkan secara maksimal. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026 di Nusa Dua, Bali.

Investasi Bisa Capai Rp30 Triliun

Dian memberikan gambaran, jika pendapatan Telkom berada di kisaran Rp150 triliun, maka sekitar 20 persen atau kurang lebih Rp30 triliun dapat dialokasikan sebagai modal untuk membangun infrastruktur digital.

Sebagai gambaran, Telkom mencatatkan pendapatan konsolidasi Rp146,7 triliun pada 2025.

Investasi tersebut diarahkan untuk memperkuat berbagai infrastruktur yang menjadi fondasi layanan digital, termasuk jaringan fiber optik, konektivitas, hingga pusat data.

Ekonomi Digital Indonesia Diproyeksikan Capai US$360 Miliar

Telkom melihat peluang ekonomi digital Indonesia masih sangat besar. Nilai ekonomi digital Indonesia diproyeksikan dapat mencapai sekitar US$360 miliar pada 2030.

Namun, potensi tersebut membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai. Menurut Telkom, pertumbuhan penggunaan teknologi seperti AI, cloud computing, dan data center membuat kebutuhan konektivitas ikut meningkat.

Kebutuhan konektivitas untuk komputasi AI bahkan disebut dapat meningkat 10–20 kali lipat, seiring berkembangnya pusat data di Indonesia, terutama di Jakarta dan Batam.

Telkom Perkuat Infrastruktur Kabel Laut

Selain jaringan darat, Telkom melalui Telin juga terus mengembangkan infrastruktur kabel laut internasional. Infrastruktur ini dinilai penting untuk menjaga konektivitas Indonesia dengan jaringan digital global.

Pertumbuhan kebutuhan data yang sangat cepat menjadi tantangan tersendiri karena pembangunan kabel laut membutuhkan waktu bertahun-tahun.

Telkom menilai penguatan konektivitas juga semakin penting di tengah meningkatnya kebutuhan komputasi AI dan risiko gangguan pada jalur kabel internasional akibat kondisi geopolitik global.

BATIC 2026 Diikuti Ribuan Peserta

Pembahasan mengenai infrastruktur digital tersebut menjadi bagian dari BATIC 2026, konferensi tahunan yang mempertemukan pelaku industri telekomunikasi dan teknologi.

BATIC 2026 mencatat lebih dari 2.700 peserta dari 67 negara, dengan pembahasan antara lain mengenai AI, cloud, konektivitas global, kabel bawah laut, dan pengembangan ekosistem digital.

Telkom berharap kolaborasi antarperusahaan teknologi dan telekomunikasi dapat memperkuat ekosistem digital Indonesia sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK