Tekan Inflasi dan Jaga Daya Beli Warga, Pemkot Pontianak Salurkan Kombinasi Bantuan Pangan Beras
Faktakalbar.id- Pemerintah Kota Pontianak mengombinasikan pasar murah dan penyaluran bantuan beras guna menjaga daya beli masyarakat berpenghasilan rendah.
Faktakalbar.id- Pemerintah Kota Pontianak mengombinasikan pasar murah dan penyaluran bantuan beras guna menjaga daya beli masyarakat berpenghasilan rendah.
Langkah perlindungan sosial tersebut direalisasikan melalui pembagian beras cadangan pangan serta program operasi pasar di sejumlah wilayah kecamatan.
Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menegaskan penanganan gejolak harga tidak sekadar berfokus pada pengendalian angka statistik inflasi semata.
“Yang kita jaga bukan hanya inflasi secara angka, tetapi bagaimana masyarakat tetap bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan instrumen bantuan beras cadangan pangan untuk keluarga penerima manfaat.
“Selain pasar murah, ada juga bantuan beras cadangan pangan,” jelasnya.
Selain program daerah, masyarakat Kota Pontianak juga memperoleh dukungan penyaluran beras dari pemerintah pusat.
“Ada juga program pemerintah pusat, bantuan beras masing-masing 10 kilogram,” katanya.
Integrasi antara pasar murah dan bantuan beras sepuluh kilogram difungsikan untuk memperkuat ketahanan pangan warga lokal.
Bahasan menilai koordinasi lintas sektor bersama distributor bahan pokok menjadi kunci utama menjaga stabilitas harga di pasar tradisional.
Mekanisme pasar murah yang digelar di kantor-kantor kecamatan terbukti efektif meringankan beban pengeluaran rumah tangga warga.
Sektor distribusi komoditas dipantau secara berkala guna mengantisipasi lonjakan biaya transportasi menjelang akhir tahun.
Pemerintah daerah mendorong para pelaku usaha untuk tidak menaikkan harga bahan pokok secara sepihak di luar ketentuan.
Upaya pengawasan pasokan komoditas beras dan minyak goreng diprioritaskan demi mencegah terjadinya kelangkaan barang.
Masyarakat mengapresiasi penyaluran bantuan pangan beras yang dinilai sangat membantu di tengah fluktuasi harga bahan pokok.
Sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dipastikan akan terus berlanjut demi memulihkan stabilitas ekonomi warga.
Pemkot Pontianak optimistis kombinasi intervensi pasar dan bantuan sosial mampu menjaga tingkat inflasi daerah tetap stabil.
Pemantauan harga bahan pokok di seluruh pasar tradisional akan terus dievaluasi secara intensif oleh tim pengendali inflasi.
Penanganan masalah pangan secara terpadu diharapkan mampu menjaga stabilitas perekonomian lokal di Kalimantan Barat.
Kepastian distribusi bahan pangan yang lancar menjadi benteng utama dalam mencegah lonjakan harga yang membebankan masyarakat.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.