faktakalbar

Program CSR KUM Peduli Dorong UMKM Kalbar, Pembiayaan Perlu Diikuti Penguatan Usaha

Faktakalbar.id - Program Kredit Usaha Mikro Peduli (KUM Peduli) yang memanfaatkan dana tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) menjadi salah satu upaya untuk mendukung pemberdayaan UMKM dan pengembangan ekonomi lokal di Kalimantan Barat.

Penulis: Wati Wednesday, 21 October 2026 📖 2 menit
Program CSR KUM Peduli Dorong UMKM Kalbar, Pembiayaan Perlu Diikuti Penguatan Usaha
Peresmian simbolis program KUM Peduli di Kalimantan Barat mengangkat pemberdayaan UMKM serta pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Program Kredit Usaha Mikro Peduli (KUM Peduli) yang memanfaatkan dana tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) menjadi salah satu upaya untuk mendukung pemberdayaan UMKM dan pengembangan ekonomi lokal di Kalimantan Barat.

Program tersebut diperkenalkan dalam kegiatan peresmian simbolis pada Senin (19/10/2026), dengan tema “Sinergi Penguatan Ekonomi Lokal Kalimantan Barat melalui Pemberdayaan UMKM dan Pengembangan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif”.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan, dukungan terhadap pelaku usaha tidak cukup hanya melalui penyediaan pembiayaan, tetapi juga perlu disertai peningkatan kapasitas agar usaha dapat berkembang secara berkelanjutan.

Menurut Maman, nilai pembiayaan bagi UMKM di Indonesia telah mencapai sekitar Rp1.500 triliun dalam delapan tahun terakhir.

Meski akses modal meningkat, ia menilai penyaluran pinjaman tetap perlu mempertimbangkan kondisi usaha dan kemampuan penerima dalam memenuhi kewajiban pembayaran.

“Menaikkan plafon pembiayaan tidak mudah. Ada dua faktor yang harus dipertimbangkan, yaitu kualitas usaha dan kemampuan pelaku UMKM itu sendiri,” jelas Maman.

Pertimbangan tersebut berkaitan dengan risiko kredit bermasalah apabila pinjaman diberikan tanpa memperhitungkan kapasitas keuangan pelaku usaha.

Maman mengingatkan bahwa persoalan pembayaran pinjaman tidak hanya berpotensi mengganggu keberlangsungan usaha, tetapi juga dapat berdampak pada kondisi sosial dan kehidupan keluarga penerima pembiayaan.

Karena itu, pengembangan UMKM membutuhkan pendekatan yang mencakup akses modal, pendampingan, serta peningkatan kemampuan dalam mengelola kegiatan usaha.

Kementerian UMKM bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perbankan, dan pemerintah daerah disebut terus mendorong program kemitraan untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha.

Pemanfaatan dana CSR menjadi salah satu instrumen yang didorong dalam upaya mendukung pemberdayaan UMKM.

Dalam konteks ekonomi lokal, penguatan UMKM juga berkaitan dengan pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif yang menjadi bagian dari tema program KUM Peduli di Kalimantan Barat.

Dukungan pembiayaan diharapkan dapat membantu pelaku usaha mengembangkan kegiatan bisnisnya, sementara peningkatan kapasitas diperlukan agar penggunaan modal sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan usaha.

Meski demikian, informasi yang tersedia belum menjelaskan besaran dana CSR yang dialokasikan melalui program KUM Peduli, jumlah UMKM penerima manfaat, maupun bentuk pendampingan yang akan diberikan.

Rincian tersebut penting untuk menilai cakupan program dan mengukur manfaatnya bagi pelaku usaha di Kalimantan Barat.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK