Target 500 Ribu Pekerja Migran, Pemerintah Siapkan Program SMK Go Global
Pemerintah melalui KP2MI meluncurkan Program SMK Go Global dengan target menempatkan 500 ribu pekerja migran Indonesia hingga 2029. Pendaftaran dibuka mulai 12 Agustus 2026.
Faktakalbar.id – Pemerintah melalui Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) meluncurkan program SMK Go Global sebagai langkah strategis untuk mencetak tenaga kerja Indonesia yang memiliki kompetensi berstandar internasional. Melalui program ini, pemerintah menargetkan penempatan 500 ribu pekerja migran Indonesia (PMI) ke berbagai negara selama periode 2026–2029.
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Mukhtarudin, mengatakan program tersebut dirancang untuk mengubah paradigma penempatan pekerja migran, dari yang selama ini didominasi tenaga kerja berkeahlian rendah menjadi tenaga kerja dengan kompetensi menengah hingga tinggi yang sesuai kebutuhan industri global.
Pemerintah menargetkan sebanyak 300 ribu peserta berasal dari lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan 200 ribu lainnya dari masyarakat umum. Untuk tahun 2026, pemerintah menargetkan pemberangkatan 40 ribu calon pekerja migran, kemudian meningkat menjadi 140 ribu pada 2027, 180 ribu pada 2028, dan 140 ribu pada 2029.
Program SMK Go Global menerapkan konsep brain circulation, yakni mendorong tenaga kerja Indonesia memperoleh pengalaman kerja di luar negeri, kemudian kembali ke Tanah Air dengan membawa keterampilan, pengalaman, dan etos kerja berstandar global untuk berkontribusi terhadap pembangunan nasional.
Untuk mendukung pelaksanaannya, KP2MI membentuk satuan tugas yang melibatkan berbagai kementerian, lembaga, dunia pendidikan vokasi, perguruan tinggi, hingga sektor swasta. Seluruh pelatihan akan disusun berdasarkan kebutuhan nyata pasar kerja internasional atau demand driven, sehingga lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan permintaan perusahaan di negara tujuan.
Adapun sektor pekerjaan yang menjadi prioritas meliputi perawat, caregiver, manufaktur, konstruksi, pengelasan (welder), perhotelan, transportasi, hingga agrikultur. Sementara negara tujuan antara lain Jepang, Jerman, Korea Selatan, Malaysia, Singapura, Taiwan, Turki, Maladewa, serta sejumlah negara di kawasan Eropa yang membutuhkan tenaga kerja terampil.
Pendaftaran peserta Program SMK Go Global dijadwalkan mulai dibuka 12 Agustus 2026 melalui 23 satuan kerja KP2MI yang tersebar di berbagai provinsi. Pemerintah berharap program ini tidak hanya membuka peluang kerja yang lebih luas bagi generasi muda, tetapi juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia sekaligus memperkuat devisa negara melalui remitansi pekerja migran.
Mukhtarudin menegaskan, program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun ekosistem penempatan pekerja migran yang legal, aman, dan profesional, sekaligus memperkuat daya saing Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.