faktakalbar

Tabung CNG 3 Kg Mulai Diuji Coba ke Masyarakat, Ini Penjelasan ESDM

ESDM mulai menguji coba tabung CNG 3 kg kepada masyarakat secara terbatas di lingkungan Lemigas. Simak alasan dan tantangan penggunaannya.

Penulis: Clara Tuesday, 01 September 2026 📖 2 menit
Tabung CNG 3 Kg Mulai Diuji Coba ke Masyarakat, Ini Penjelasan ESDM
ESDM mulai menguji coba tabung CNG 3 kg kepada masyarakat secara terbatas di lingkungan Lemigas. Simak alasan dan tantangan penggunaannya. (dok.ist)

Faktakalbar.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mulai melakukan uji coba penggunaan tabung Compressed Natural Gas (CNG) 3 kilogram (kg) kepada masyarakat secara terbatas.

Uji coba tersebut menjadi bagian dari pengembangan CNG 3 kg yang diproyeksikan sebagai salah satu alternatif pengganti LPG 3 kg sekaligus upaya mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG.

Namun, penggunaan CNG 3 kg saat ini belum diterapkan secara luas. Masyarakat yang terlibat dalam tahap awal uji coba masih terbatas di lingkungan Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas).

Uji Coba CNG 3 Kg Berlangsung Selama Satu Bulan

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan uji coba kini telah memasuki tahap penggunaan langsung oleh pengguna.

Berbeda dengan tahap sebelumnya yang lebih banyak berfokus pada pengujian tabung, tahap terbaru dilakukan untuk melihat bagaimana CNG 3 kg digunakan secara langsung oleh masyarakat.

“September ini kami akan dapatkan hasil evaluasi, bukan hanya dari sisi kinerja tabung, melainkan juga dari sisi bagaimana dimanfaatkan oleh masyarakat,” kata Laode setelah rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI di Jakarta, Senin (31/8/2026).

Uji coba tersebut akan berlangsung selama sekitar satu bulan. Evaluasi nantinya tidak hanya melihat performa tabung, tetapi juga pengalaman penggunaan CNG oleh masyarakat.

UMKM di Lingkungan Lemigas Ikut Menggunakan

Masyarakat yang dilibatkan dalam tahap awal uji coba CNG 3 kg masih berasal dari lingkungan internal Lemigas.

Laode menjelaskan, di lingkungan tersebut terdapat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dapat menjadi pengguna dalam tahap pengujian.

Dengan demikian, pemerintah dapat memperoleh gambaran mengenai penggunaan CNG 3 kg dalam aktivitas sehari-hari sebelum menentukan tahapan implementasi berikutnya.

CNG 3 Kg Diproyeksikan Jadi Alternatif LPG

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan CNG sebenarnya bukan teknologi baru. Penggunaan CNG telah diterapkan di sejumlah sektor, seperti hotel, restoran, kafe, hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Namun, selama ini penggunaan CNG masih lebih banyak menggunakan tabung berkapasitas besar, yakni sekitar 10 hingga 20 kg atau lebih.

Karena itu, pemerintah mengembangkan tabung CNG berukuran 3 kg agar dapat digunakan sebagai alternatif untuk kebutuhan rumah tangga dan pengguna kecil.

Tekanan CNG Lebih Tinggi dari LPG

Salah satu tantangan utama dalam pengembangan CNG 3 kg adalah aspek keselamatan dan teknis.

Bahlil menjelaskan tekanan CNG berada di kisaran 200–250 bar, sedangkan tekanan LPG berada di sekitar 5–10 bar.

Perbedaan tekanan yang cukup besar tersebut membuat proses pengembangan dan pengujian tabung CNG 3 kg harus dilakukan secara hati-hati untuk memastikan keamanan pengguna.

Karena itu, pemerintah masih melakukan serangkaian pengujian sebelum CNG 3 kg dapat digunakan secara lebih luas.

Pemerintah Ingin Kurangi Ketergantungan Impor LPG

Pengembangan CNG 3 kg juga berkaitan dengan upaya pemerintah mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG.

Menurut Bahlil, CNG memiliki potensi karena bahan bakunya berasal dari gas alam yang tersedia di dalam negeri.

Pemerintah juga menemukan cadangan gas baru di Kalimantan Timur yang dinilai berpotensi mendukung pemanfaatan gas untuk kebutuhan domestik.

Dengan adanya uji coba langsung kepada pengguna, pemerintah berharap dapat mengetahui kesiapan teknologi sekaligus memastikan aspek keamanan sebelum menentukan kebijakan penerapan CNG 3 kg bagi masyarakat secara lebih luas.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK