faktakalbar

Surutnya Sungai Kapuas Hambat Distribusi BBM, Jalur Pengiriman Disesuaikan

Faktakalbar.id - Surutnya Sungai Kapuas membuat Pertamina Patra Niaga menyesuaikan jalur distribusi BBM untuk menjaga pasokan Biosolar ke sejumlah wilayah hulu Kalimantan Barat.

Penulis: Wati Friday, 18 September 2026 📖 2 menit
Surutnya Sungai Kapuas Hambat Distribusi BBM, Jalur Pengiriman Disesuaikan
Sejumlah kapal pembawa BBM bersandar di Terminal Penyangga Tayan di Sanggau. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Surutnya Sungai Kapuas membuat Pertamina Patra Niaga menyesuaikan jalur distribusi BBM untuk menjaga pasokan Biosolar ke sejumlah wilayah hulu Kalimantan Barat.

Kondisi tersebut berdampak terhadap akses kapal suplai menuju Fuel Terminal Sintang dan terminal alternatif di Sanggau.

Fuel Terminal Manager Sintang Risky Firmansyah mengatakan penyusutan perairan terjadi akibat kemarau panjang yang dipengaruhi fenomena El Nino.

"Penyaluran sebelumnya kami optimalkan melalui jalur darat dari Integrated Terminal Pontianak. Kini, dukungan Terminal Penyangga Tayan-Sanggau memungkinkan Biosolar dipindahkan langsung dari kapal ke mobil tangki melalui sistem direct loading," kata Risky.

Skema tersebut digunakan sebagai penyesuaian terhadap kondisi jalur distribusi yang mengalami kendala akibat rendahnya permukaan air Sungai Kapuas.

Melalui pola itu, mobil tangki dapat mengambil Biosolar langsung dari kapal sebelum melanjutkan perjalanan menuju SPBU.

Menurut Risky, mekanisme tersebut dapat memangkas jarak dan waktu pengiriman BBM menuju wilayah hulu Kalimantan Barat.

Terminal Penyangga Tayan-Sanggau mulai dioperasikan pada 8 September 2026 sebagai titik suplai tambahan.

Fasilitas tersebut digunakan untuk mendukung distribusi Biosolar ke Kabupaten Sanggau, Sintang, Melawi, Sekadau, dan Kapuas Hulu.

Volume pengiriman disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah serta kondisi akses distribusi yang tersedia.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Edi Mangun mengatakan operasional terminal tersebut dilakukan untuk mendekatkan titik suplai BBM ke wilayah hulu.

"Melalui Terminal Penyangga Tayan-Sanggau, kami memperkuat kapasitas penyaluran Biosolar sekaligus mendekatkan titik suplai ke wilayah hulu Kalimantan Barat," kata Edi di Pontianak, Kamis.

Koordinasi dilakukan bersama pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan pemangku kepentingan terkait selama operasional fasilitas tersebut.

Koordinasi itu dilakukan untuk mendukung kelancaran distribusi BBM menuju wilayah yang terdampak perubahan kondisi jalur perairan.

Selain kondisi Sungai Kapuas, perjalanan mobil tangki juga dipengaruhi kondisi asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

Jarak pandang yang terbatas menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan waktu dan jalur pengiriman mobil tangki.

Edi mengatakan distribusi BBM tetap diarahkan agar pengiriman menuju SPBU dapat berjalan hingga wilayah hulu.

"Kami memahami pentingnya BBM bagi mobilitas dan kegiatan ekonomi masyarakat. Karena itu, kami terus mengoptimalkan distribusi agar pengiriman ke SPBU tetap berjalan hingga wilayah hulu," katanya.

Pertamina juga mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan untuk menjaga ketersediaan pasokan selama kondisi distribusi masih menghadapi kendala.

Masyarakat dapat menyampaikan informasi atau laporan terkait dugaan penyimpangan penyaluran BBM melalui Pertamina Contact Center 135.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK