faktakalbar

Super El Niño 2026 Diprediksi Makin Kuat, BRIN Minta Daerah Bersiap Hadapi Dampaknya

BRIN mengingatkan potensi El Niño 2026 yang lebih kuat dibandingkan 2023. Sejumlah daerah diminta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi risiko kekeringan, kebakaran hutan, dan penurunan produksi pangan.

Penulis: Clara Monday, 27 July 2026 📖 2 menit
Super El Niño 2026 Diprediksi Makin Kuat, BRIN Minta Daerah Bersiap Hadapi Dampaknya
Ilustrasi kondisi lahan kering saat musim kemarau. (dok.ist)

Faktakalbar.id — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengingatkan bahwa fenomena El Niño 2026 berpotensi menjadi lebih kuat dibandingkan peristiwa El Niño pada 2023. Kondisi tersebut diperkirakan dapat memicu musim kemarau yang lebih panjang serta meningkatkan risiko kekeringan di berbagai wilayah Indonesia. 

Pakar klimatologi BRIN, Erma Yulihastin, menjelaskan bahwa perkembangan El Niño tahun ini berlangsung sangat cepat (rapid developing). Intensitasnya bahkan telah melampaui puncak El Niño 2023, meski belum memasuki fase puncak yang diperkirakan terjadi pada Agustus 2026. 


Pertumbuhan El Niño Dinilai Sangat Cepat

Menurut BRIN, kenaikan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik terus menunjukkan tren meningkat tanpa jeda yang signifikan. Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator bahwa fenomena El Niño tahun ini berpotensi lebih kuat dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. 

Meski demikian, BRIN juga menegaskan bahwa berdasarkan sejumlah model iklim global, skenario yang paling mungkin masih mengarah pada El Niño kategori moderat hingga kuat, bukan fenomena ekstrem seperti "Godzilla El Niño". Karena itu, masyarakat tetap diminta waspada tanpa perlu panik. 


Daerah Diminta Bersiap Hadapi Kekeringan

Dampak utama yang diperkirakan terjadi di Indonesia adalah penurunan curah hujan selama musim kemarau, terutama di wilayah selatan khatulistiwa.

Beberapa daerah yang dinilai perlu meningkatkan kesiapsiagaan antara lain Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Kalimantan, Sumatera bagian selatan, Sulawesi, hingga Papua bagian selatan. Wilayah-wilayah tersebut berpotensi mengalami kekeringan lebih panjang, penurunan ketersediaan air, hingga meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 


BMKG Minta Mitigasi Dilakukan Sejak Dini

Sejalan dengan peringatan BRIN, BMKG juga mengimbau pemerintah daerah untuk memperkuat langkah mitigasi sejak awal. Antisipasi diperlukan di sektor pertanian, pengelolaan sumber daya air, kesehatan, hingga pengendalian kebakaran hutan.

BMKG menilai koordinasi lintas sektor menjadi kunci agar dampak El Niño terhadap ketahanan pangan, pasokan air bersih, kualitas udara, dan stabilitas ekonomi daerah dapat diminimalkan. 


Masyarakat Diimbau Lebih Waspada

Para ahli mengingatkan masyarakat agar mulai menghemat penggunaan air, tidak melakukan pembakaran lahan, serta mengikuti informasi cuaca dan iklim dari BMKG.

Dengan kesiapsiagaan sejak dini, dampak musim kemarau panjang akibat El Niño diharapkan dapat ditekan sehingga aktivitas masyarakat dan sektor produktif tetap berjalan dengan baik. 

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK