faktakalbar

Sulit Tidur? Hindari 7 Makanan dan Minuman Ini Sebelum Berbaring

Sulit tidur bisa dipengaruhi makanan dan minuman sebelum tidur. Kenali 7 makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari sebelum berbaring agar tidur lebih nyaman.

Penulis: Clara Tuesday, 11 August 2026 📖 2 menit
Sulit Tidur? Hindari 7 Makanan dan Minuman Ini Sebelum Berbaring
Sulit tidur bisa dipengaruhi makanan dan minuman sebelum tidur. Kenali 7 makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari sebelum berbaring agar tidur lebih nyaman. (dok.ist)

Faktakalbar.id - Sulit tidur pada malam hari tidak selalu disebabkan oleh stres atau kebiasaan menggunakan ponsel. Makanan dan minuman yang dikonsumsi menjelang waktu tidur juga dapat memengaruhi kualitas istirahat.

Beberapa jenis makanan dan minuman dapat membuat tubuh tetap terjaga, memicu rasa tidak nyaman pada pencernaan, atau membuat seseorang lebih sering terbangun pada malam hari.

Karena itu, bagi yang sering mengalami kesulitan tidur, memperhatikan makanan dan minuman yang dikonsumsi beberapa jam sebelum berbaring bisa menjadi salah satu langkah sederhana.

Berikut 7 makanan dan minuman yang sebaiknya tidak dikonsumsi terlalu dekat dengan waktu tidur:

1. Kopi

Kopi menjadi salah satu minuman yang paling perlu diperhatikan sebelum tidur karena mengandung kafein.

Kafein merupakan stimulan yang dapat membuat seseorang lebih sulit merasa mengantuk. Efeknya juga dapat bertahan selama beberapa jam setelah dikonsumsi.

Selain kopi, kafein juga dapat ditemukan dalam beberapa jenis teh, minuman energi, dan produk lainnya.

2. Teh Berkafein

Tidak semua teh cocok dikonsumsi menjelang tidur. Teh hitam dan teh hijau, misalnya, mengandung kafein yang dapat membuat tubuh lebih sulit rileks.

Jika ingin minum sesuatu sebelum tidur, pilih minuman tanpa kafein dan tetap perhatikan jumlah cairan agar tidak terlalu sering terbangun untuk buang air kecil.

3. Makanan Pedas

Makanan pedas dapat menyebabkan rasa tidak nyaman pada sebagian orang, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah banyak dan terlalu dekat dengan waktu berbaring.

Pada orang yang rentan mengalami refluks asam lambung, makanan pedas juga dapat memperburuk keluhan seperti rasa panas di dada atau asam yang naik ke kerongkongan.

4. Makanan Berlemak

Makanan yang tinggi lemak cenderung membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna.

Mengonsumsi makanan berat dan berlemak menjelang tidur dapat membuat perut terasa penuh atau tidak nyaman ketika tubuh seharusnya mulai beristirahat.

Contohnya antara lain makanan yang digoreng, makanan cepat saji, dan hidangan dengan kandungan lemak tinggi.

5. Cokelat

Cokelat mungkin terlihat seperti camilan ringan, tetapi beberapa jenis cokelat mengandung kafein.

Cokelat juga mengandung senyawa tertentu yang dapat memberikan efek stimulasi pada tubuh. Karena itu, konsumsi cokelat dalam jumlah banyak menjelang tidur sebaiknya dihindari jika seseorang sensitif terhadap kafein.

6. Makanan dan Minuman Tinggi Gula

Makanan atau minuman yang mengandung banyak gula dapat membuat pola makan menjadi kurang ideal jika dikonsumsi secara rutin pada malam hari.

Minuman manis, kue, permen, dan makanan penutup tinggi gula sebaiknya tidak dijadikan kebiasaan menjelang tidur.

7. Alkohol

Alkohol memang dapat membuat seseorang merasa mengantuk pada awalnya. Namun, konsumsi alkohol dapat mengganggu kualitas tidur dan membuat tidur menjadi kurang nyenyak.

Karena itu, rasa kantuk setelah mengonsumsi alkohol tidak selalu berarti kualitas tidur akan menjadi lebih baik.

Beri Jeda Sebelum Tidur

Selain memilih makanan, waktu makan juga penting. Sebisa mungkin hindari makan dalam jumlah besar tepat sebelum berbaring.

Memberikan jeda setelah makan dapat membantu tubuh mencerna makanan dan mengurangi kemungkinan munculnya rasa tidak nyaman ketika tidur.

Namun, kebutuhan setiap orang dapat berbeda. Makanan tertentu mungkin tidak menimbulkan masalah pada seseorang, tetapi dapat memicu gangguan tidur atau keluhan pencernaan pada orang lain.

Jika sulit tidur terjadi terus-menerus meskipun pola makan dan kebiasaan tidur sudah diperbaiki, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk mencari penyebabnya.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK