faktakalbar

Stunting Bisa Dicegah Sejak Kehamilan, Ini Hal yang Perlu Diperhatikan Ibu

Pencegahan stunting perlu dimulai sejak kehamilan. Kenali pentingnya gizi, pemeriksaan kehamilan, tablet tambah darah, dan dukungan keluarga.

Penulis: Clara Friday, 28 August 2026 📖 2 menit
Stunting Bisa Dicegah Sejak Kehamilan, Ini Hal yang Perlu Diperhatikan Ibu
Pencegahan stunting perlu dimulai sejak kehamilan. Kenali pentingnya gizi, pemeriksaan kehamilan, tablet tambah darah, dan dukungan keluarga. (dok.ist)

Faktakalbar.id - Pencegahan stunting pada anak perlu dilakukan sejak dini, bahkan sejak bayi masih berada di dalam kandungan. Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA) Veronica Tan menekankan pentingnya menjaga kesehatan dan memenuhi kebutuhan gizi ibu selama kehamilan untuk mendukung tumbuh kembang janin.

Menurut Veronica, perhatian terhadap ibu hamil bukan hanya berkaitan dengan kesehatan sang ibu, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mempersiapkan masa depan anak. Karena itu, ibu membutuhkan dukungan dari pasangan dan keluarga selama menjalani kehamilan.

“Kehamilan memang dialami perempuan, tetapi kesehatan ibu dan anak merupakan tanggung jawab bersama,” ujar Veronica dalam acara Merdeka Stunting di Jakarta.

1. Penuhi Kebutuhan Gizi Selama Hamil

Asupan gizi selama kehamilan menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan. Ibu hamil membutuhkan makanan dengan gizi seimbang untuk mendukung kesehatan tubuh sekaligus pertumbuhan janin.

Kementerian Kesehatan juga memasukkan kecukupan gizi ibu sebagai salah satu bagian penting dalam pencegahan stunting. Kekurangan gizi dalam jangka panjang sejak masa kehamilan dapat meningkatkan risiko gangguan pertumbuhan anak.

Karena itu, ibu hamil sebaiknya tidak melewatkan kebutuhan nutrisi dan mengikuti anjuran tenaga kesehatan mengenai makanan maupun suplemen yang diperlukan selama kehamilan.

2. Jangan Lewatkan Pemeriksaan Kehamilan

Pemeriksaan kehamilan secara rutin atau Antenatal Care (ANC) juga penting dilakukan untuk memantau kondisi ibu dan janin.

Kementerian Kesehatan menganjurkan pemeriksaan kehamilan minimal enam kali selama kehamilan, termasuk pemeriksaan oleh dokter dan penggunaan USG sesuai jadwal yang dianjurkan.

Pemeriksaan rutin dapat membantu tenaga kesehatan memantau pertumbuhan janin sekaligus mendeteksi lebih awal apabila terdapat masalah selama kehamilan.

3. Perhatikan Asupan Zat Besi

Ibu hamil juga perlu memperhatikan kebutuhan zat besi. Kementerian Kesehatan menganjurkan ibu hamil mengonsumsi tablet tambah darah (TTD) setiap hari, dengan target minimal 90 tablet selama masa kehamilan.

Namun, konsumsi suplemen sebaiknya mengikuti anjuran tenaga kesehatan, terutama apabila ibu memiliki kondisi kesehatan tertentu.

4. Ayah dan Keluarga Punya Peran Penting

Pencegahan stunting bukan hanya tanggung jawab ibu. Veronica Tan menegaskan bahwa ayah dan keluarga juga perlu terlibat sejak pemeriksaan kehamilan, pemenuhan gizi, persiapan persalinan hingga pengasuhan anak.

Dukungan sederhana seperti menemani pemeriksaan, membantu menyiapkan makanan bergizi, hingga memastikan ibu cukup beristirahat dapat menjadi bagian dari dukungan selama kehamilan.

5. Jangan Berhenti Setelah Bayi Lahir

Pencegahan stunting juga tetap berlanjut setelah bayi lahir. Masa 1.000 hari pertama kehidupan merupakan periode penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak.

Selain memenuhi kebutuhan gizi, orang tua perlu memantau pertumbuhan anak secara rutin. Kementerian Kesehatan juga menekankan pentingnya pola asuh yang tepat, pemberian ASI, MPASI yang sesuai, kebersihan lingkungan, serta pemeriksaan tumbuh kembang anak.

Dengan perhatian sejak masa kehamilan hingga dua tahun pertama kehidupan, risiko stunting dapat ditekan sedini mungkin.

Pencegahan Dimulai dari Ibu

Pemerintah menargetkan prevalensi stunting turun menjadi 14,2 persen pada 2029. Untuk mencapai target tersebut, perhatian terhadap kesehatan ibu hamil menjadi salah satu langkah penting.

Karena itu, pencegahan stunting tidak harus menunggu anak mengalami masalah pertumbuhan. Menjaga kesehatan ibu, memenuhi kebutuhan gizi, melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin, serta melibatkan ayah dan keluarga merupakan langkah yang dapat dimulai sejak sekarang.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK