faktakalbar

Seskab Teddy Ungkap Tiga Pesan Utama Prabowo di KTT BRICS

Seskab Teddy mengungkap tiga pesan utama Presiden Prabowo di KTT BRICS 2026, yakni kemandirian nasional, persatuan Global South, dan penguatan kerja sama BRICS.

Penulis: Clara Monday, 14 September 2026 📖 2 menit
Seskab Teddy Ungkap Tiga Pesan Utama Prabowo di KTT BRICS
Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri KTT BRICS 2026 di New Delhi, India. Prabowo membawa tiga pesan utama Indonesia dalam forum tersebut (dok/Sekretariat Kabinet)

Faktakalbar.id - Presiden Prabowo Subianto membawa tiga pesan utama Indonesia dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 di New Delhi, India.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan tiga pesan tersebut mencakup penguatan kemandirian dan ketahanan nasional, persatuan negara-negara Global South, serta penguatan kerja sama BRICS untuk mendorong tata kelola global yang lebih adil.

Pesan tersebut disampaikan Prabowo saat mengikuti sesi terbatas bertajuk “Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism” dalam KTT BRICS yang berlangsung pada 12–13 September 2026.

Dorong Kemandirian dan Ketahanan Nasional

Pesan pertama yang disampaikan Prabowo berkaitan dengan pentingnya kemandirian dan ketahanan nasional.

Menurut Prabowo, kekuatan sebuah negara tidak hanya diukur dari kemampuan ekonomi atau militernya, tetapi juga dari kemampuan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat secara mandiri.

Kemandirian tersebut mencakup berbagai sektor strategis, termasuk pangan, energi, kesehatan, serta kemampuan menjaga ketahanan ekonomi di tengah perubahan kondisi global.

Indonesia menilai ketahanan nasional menjadi fondasi penting agar suatu negara tidak mudah bergantung pada pihak lain ketika menghadapi krisis.

Perkuat Persatuan Negara Global South

Pesan kedua berkaitan dengan pentingnya memperkuat solidaritas dan persatuan negara-negara Global South.

Dalam forum BRICS, Indonesia mendorong negara-negara berkembang untuk memperkuat suara bersama dalam menghadapi berbagai tantangan global.

Kerja sama antarnegara berkembang dinilai penting agar kepentingan negara-negara Global South dapat lebih terwakili dalam berbagai forum internasional.

Prabowo juga menekankan bahwa kerja sama tersebut perlu diarahkan pada kepentingan masyarakat dan pembangunan yang memberikan manfaat nyata.

Perkuat Kerja Sama BRICS

Pesan ketiga adalah penguatan kerja sama di dalam BRICS sekaligus mendorong tata kelola global yang lebih adil.

Indonesia memandang BRICS sebagai salah satu wadah untuk memperkuat kerja sama antarnegara, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi dan geopolitik dunia.

Menurut pemerintah, kerja sama tersebut tidak cukup berhenti pada pernyataan politik. BRICS diharapkan mampu menghasilkan kerja sama konkret yang memberikan manfaat bagi masyarakat negara-negara anggotanya.

Indonesia Dorong Tata Kelola Dunia yang Lebih Adil

Melalui keikutsertaan dalam KTT BRICS 2026, Indonesia juga menegaskan komitmennya terhadap penguatan multilateralisme.

Pemerintah Indonesia mendorong terciptanya tata kelola global yang lebih inklusif dan mampu memberikan ruang lebih besar bagi negara-negara berkembang.

Tiga pesan yang dibawa Presiden Prabowo tersebut sekaligus menunjukkan posisi Indonesia yang ingin tetap aktif dalam berbagai forum internasional, sembari memperjuangkan kepentingan nasional dan negara-negara berkembang.

Presiden Prabowo sendiri telah kembali ke Indonesia pada Senin dini hari setelah menyelesaikan kunjungan kerja di New Delhi untuk menghadiri KTT BRICS 2026. Pesawat yang membawa Presiden dan rombongan tiba di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma sekitar pukul 00.08 WIB.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK