Respon Tuntutan Mahasiswa UPB, Gubernur Kalbar Minta Rumah Sakit Gratiskan Korban ISPA
Faktakalbar.id - Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menemui massa demonstrasi mahasiswa Universitas Panca Bhakti di depan Kantor Gubernur, Pontianak, Rabu, 28 Oktober 2026.
Faktakalbar.id - Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menemui massa demonstrasi mahasiswa Universitas Panca Bhakti di depan Kantor Gubernur, Pontianak, Rabu, 28 Oktober 2026.
Pertemuan langsung di lokasi aksi tersebut dilakukan untuk mendengarkan serta memberikan jawaban atas empat tuntutan mahasiswa.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menanggapi secara khusus masalah penanganan kebakaran hutan dan lahan yang menjadi sorotan massa.
Ria Norsan mengonfirmasi bahwa bencana kebakaran lahan di wilayah Kalimantan Barat telah berlangsung selama kurang lebih tiga bulan.
Maraknya titik api di berbagai kawasan diakui tidak lepas dari pemicu aktivitas manusia di lapangan.
Guna meringankan dampak kesehatan masyarakat akibat pajanan asap, pemerintah daerah menyiapkan skema pelayanan medis secara gratis.
“Masyarakat yang mengalami ISPA akibat karhutla dapat memperoleh pengobatan gratis di rumah sakit di Kalimantan Barat, baik memiliki BPJS Kesehatan maupun tidak,” jelasnya.
Norsan menyayangkan jika masih terdapat pengelola rumah sakit yang membebani biaya perawatan kepada warga terdampak asap.
Kebijakan pembebasan biaya pengobatan tersebut ditegaskan berlaku bagi seluruh fasilitas kesehatan milik pemerintah daerah.
Selain isu karhutla, Gubernur Kalimantan Barat turut memberikan tanggapan atas tuntutan mahasiswa di bidang pendidikan dan sarana publik.
Pihak pemerintah provinsi menyatakan komitmen untuk menindaklanjuti keterbatasan anggaran serta perbaikan fasilitas gedung sekolah.
Mengenai persoalan perbaikan infrastruktur jalan kabupaten, Gubernur menjelaskan bahwa kewenangan berada pada pemerintah kabupaten setempat.
Terkait dengan krisis kelangkaan bahan bakar minyak, pemerintah daerah telah melakukan penambahan armada untuk mendukung distribusi.
Penambahan armada transportasi BBM tersebut diharapkan dapat mengurai hambatan pasokan energi di berbagai kawasan Kalimantan Barat.
Gubernur juga menanggapi persoalan ketersediaan bahan pokok dan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di wilayahnya.
Penanganan kasus dugaan keracunan makanan yang berdampak pada anak-anak dipastikan bakal ditindaklanjuti secara serius oleh instansi terkait.
Pihak pemerintah provinsi berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh agar insiden serupa tidak terulang kembali di masa depan.
Di akhir dialog, Ria Norsan menyampaikan apresiasi atas penyampaian aspirasi mahasiswa yang berlangsung aman dan damai.
“Alhamdulillah aksi hari ini sangat sopan, dan mereka tidak mengeluarkan kata-kata yang ada di kebun binatang,” pungkasnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.