Program Sekolah Rakyat, Bagaimana Perkembangannya pada 2026?
Program Sekolah Rakyat terus berkembang pada 2026. Pemerintah menargetkan puluhan sekolah permanen mulai beroperasi pada Juli dan memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin.
Faktakalbar.id — Program Sekolah Rakyat yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terus menunjukkan perkembangan sepanjang 2026. Program ini dirancang untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, termasuk mereka yang putus sekolah atau berisiko putus sekolah.
Target Ratusan Sekolah Rakyat
Pada awal 2026, Presiden Prabowo meresmikan 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di berbagai provinsi. Pemerintah juga menargetkan pembangunan 500 Sekolah Rakyat hingga 2029 sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan sekaligus memutus rantai kemiskinan ekstrem.
Setiap sekolah dirancang memiliki kapasitas hingga sekitar 1.000 peserta didik, sehingga diharapkan mampu menjangkau ratusan ribu anak di seluruh Indonesia.
Puluhan Sekolah Permanen Siap Beroperasi
Memasuki pertengahan 2026, Kementerian Sosial menyebut pembangunan 97 gedung permanen Sekolah Rakyat di berbagai daerah terus berjalan. Pemerintah menargetkan sekolah-sekolah tersebut mulai digunakan pada tahun ajaran baru Juli 2026.
Gedung Sekolah Rakyat dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, seperti ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, asrama, Unit Kesehatan Sekolah (UKS), hingga sarana kegiatan ekstrakurikuler untuk menunjang proses belajar mengajar.
Prioritaskan Anak dari Keluarga Miskin
Program ini tidak menggunakan sistem pendaftaran umum seperti sekolah pada umumnya. Pemerintah melakukan penjangkauan langsung terhadap calon peserta didik berdasarkan data sosial yang telah diverifikasi.
Prioritas diberikan kepada anak-anak yang berasal dari keluarga kategori miskin dan miskin ekstrem, termasuk anak putus sekolah maupun mereka yang terancam tidak melanjutkan pendidikan.
Daerah Mulai Melakukan Persiapan
Sejumlah pemerintah daerah telah menyiapkan lahan dan dukungan infrastruktur untuk mendukung pembangunan Sekolah Rakyat. Salah satunya Kabupaten Bekasi yang menyediakan lahan sekitar 5 hektare serta mulai melakukan verifikasi calon siswa menjelang dimulainya kegiatan belajar pada tahun ajaran baru.
Di berbagai daerah lain, proses pembangunan fisik, penyediaan tenaga pendidik, hingga pendataan peserta didik juga terus dilakukan secara bertahap.
Bagian dari Strategi Pengentasan Kemiskinan
Pemerintah menilai Sekolah Rakyat bukan hanya program pendidikan, tetapi juga bagian dari strategi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mengurangi angka kemiskinan.
Melalui penyediaan pendidikan gratis yang dilengkapi fasilitas asrama dan kebutuhan belajar, pemerintah berharap anak-anak dari keluarga kurang mampu memperoleh kesempatan yang sama untuk meraih pendidikan yang layak.
Hingga pertengahan 2026, Program Sekolah Rakyat terus menunjukkan perkembangan melalui pembangunan sekolah permanen, penyiapan peserta didik, serta dukungan pemerintah daerah. Dengan target ratusan sekolah hingga 2029, program ini diharapkan menjadi salah satu instrumen penting dalam memperluas akses pendidikan sekaligus mempercepat pengentasan kemiskinan di Indonesia.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.