faktakalbar

Prabowo Tutup 290 BUMN, Negara Hemat Rp50 Triliun dan Bidik Penghematan Rp100 Triliun

Prabowo mengungkap pemerintah telah menutup 290 BUMN dan menghemat Rp50 triliun. Pemerintah menargetkan menutup 700 BUMN lagi hingga akhir 2026.

Penulis: Clara Tuesday, 01 September 2026 📖 2 menit
Prabowo Tutup 290 BUMN, Negara Hemat Rp50 Triliun dan Bidik Penghematan Rp100 Triliun
Prabowo mengungkap pemerintah telah menutup 290 BUMN dan menghemat Rp50 triliun. Pemerintah menargetkan menutup 700 BUMN lagi hingga akhir 2026. (dok.ist)

Faktakalbar.id - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan pemerintah telah menutup 290 badan usaha milik negara (BUMN) yang dinilai tidak menguntungkan, memiliki kinerja buruk, dan terus mengalami kerugian.

Langkah tersebut disebut telah menghasilkan penghematan biaya operasional hingga Rp50 triliun. Pemerintah pun berencana melanjutkan penataan BUMN dengan menutup sedikitnya 700 perusahaan lainnya hingga akhir 2026.

Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam penutupan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).

290 BUMN Sudah Ditutup

Prabowo mengatakan penutupan 290 BUMN dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi dan mengurangi beban perusahaan negara yang dinilai tidak produktif.

Menurutnya, perusahaan yang tidak memberikan keuntungan, memiliki kinerja kurang baik, serta terus mengalami kerugian perlu ditata kembali.

"Dalam kurang dua tahun pemerintah yang saya pimpin, kita telah menutup 290 BUMN yang tidak menguntungkan, yang tidak punya kinerja baik, yang rugi," kata Prabowo.

Dari penataan tersebut, pemerintah mengklaim telah menghemat sekitar Rp50 triliun dari biaya operasional BUMN.

700 BUMN Akan Ditutup Lagi

Prabowo mengatakan efisiensi BUMN akan berlanjut. Pemerintah menargetkan menutup sedikitnya 700 BUMN lagi hingga 31 Desember 2026.

Jika rencana tersebut terealisasi, jumlah BUMN nantinya diperkirakan hanya tersisa sekitar 200 hingga 250 perusahaan.

Langkah tersebut diarahkan untuk memangkas berbagai biaya rutin yang dinilai tidak diperlukan, termasuk biaya overhead, gaji direksi dan komisaris, serta pengeluaran operasional lainnya.

Target Penghematan Rp100 Triliun

Dari penataan lanjutan tersebut, Prabowo menargetkan penghematan yang lebih besar.

Presiden memperkirakan efisiensi dari biaya overhead dan biaya rutin BUMN dapat menghasilkan penghematan hingga Rp100 triliun.

Penghematan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah melakukan efisiensi anggaran di berbagai sektor. Prabowo menyebut total penghematan pemerintah dari berbagai bidang telah mencapai lebih dari Rp200 triliun dan mendekati Rp300 triliun setiap tahun.

Penghematan Akan Dialihkan untuk Kepentingan Rakyat

Prabowo menegaskan dana yang berhasil dihemat pemerintah akan dialihkan untuk kepentingan masyarakat.

Efisiensi tersebut diharapkan dapat memberikan ruang fiskal lebih besar bagi pemerintah untuk membiayai berbagai program yang berdampak langsung kepada rakyat.

Pemerintah juga ingin mengurangi ketergantungan terhadap pembiayaan melalui utang dan mendorong masuknya investasi.

Dengan restrukturisasi tersebut, pemerintah berharap BUMN yang tersisa dapat lebih sehat, efisien, dan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian nasional.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK