faktakalbar

Prabowo Minta Teknologi Tekan Karhutla, BRIN Siapkan NaCl 25 Mikron

Prabowo meminta BRIN mengembangkan teknologi untuk menangani karhutla. BRIN menyiapkan NaCl 25 mikron untuk mendukung modifikasi cuaca dan pembentukan hujan.

Penulis: Clara Saturday, 29 August 2026 📖 2 menit
Prabowo Minta Teknologi Tekan Karhutla, BRIN Siapkan NaCl 25 Mikron
Prabowo meminta BRIN mengembangkan teknologi untuk menangani karhutla. BRIN menyiapkan NaCl 25 mikron untuk mendukung modifikasi cuaca dan pembentukan hujan. (dok.ist)

Faktakalbar.id -  Presiden Prabowo Subianto meminta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mencari dan mengembangkan berbagai pilihan teknologi untuk membantu menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.

Salah satu teknologi yang disiapkan BRIN adalah modifikasi cuaca menggunakan natrium klorida (NaCl) berukuran sekitar 25 mikron. Material tersebut dikembangkan untuk mendukung proses pembentukan hujan buatan yang dapat membantu penanganan karhutla.

Kepala BRIN Arif Satria mengatakan arahan Presiden Prabowo menjadi dasar bagi lembaganya untuk terus mencari solusi berbasis teknologi dalam menghadapi bencana karhutla.

“BRIN diminta untuk mencari opsi-opsi teknologi yang bisa mengatasi bencana karhutla ini.”

NaCl 25 Mikron untuk Modifikasi Cuaca

Arif menjelaskan, BRIN telah memiliki teknologi modifikasi cuaca yang dapat dimanfaatkan untuk membantu menghasilkan hujan di wilayah yang membutuhkan.

Dalam pengembangannya, BRIN menemukan sejumlah material yang dinilai lebih efisien untuk mendukung operasi modifikasi cuaca. Salah satunya adalah NaCl berukuran 25 mikron, selain material lain seperti Jumakron.

NaCl atau natrium klorida merupakan bahan yang digunakan dalam proses modifikasi cuaca sebagai bahan semai awan. Dengan kondisi atmosfer yang mendukung, teknologi tersebut ditujukan untuk membantu mempercepat terbentuknya hujan.

Namun, teknologi ini bukan berarti dapat langsung memadamkan api. Fungsinya lebih kepada membantu menciptakan kondisi hujan yang dapat mendukung upaya pemadaman karhutla.

BRIN Bukan Pelaksana Operasi di Lapangan

Meski menyiapkan teknologi dan material, BRIN tidak menjadi lembaga yang menjalankan operasi modifikasi cuaca secara langsung.

Arif mengatakan BMKG menjadi operator pelaksanaan teknologi modifikasi cuaca, sementara BRIN berfokus pada riset, pengembangan teknologi, serta penyediaan material yang dibutuhkan.

Pembagian peran tersebut memungkinkan BRIN terus melakukan penelitian untuk menemukan material yang semakin efektif, sementara penerapannya di lapangan dilakukan oleh lembaga yang berwenang.

BRIN Juga Kaji Singkong untuk Atasi Karhutla

Upaya mencari teknologi alternatif untuk menangani karhutla tidak berhenti pada modifikasi cuaca.

BRIN juga tengah mengkaji pemanfaatan singkong sebagai salah satu alternatif penanganan kebakaran hutan dan lahan. Menurut Arif, secara teoritis teknologi tersebut memungkinkan untuk diterapkan dan BRIN telah berkoordinasi dengan Polri terkait persiapannya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo juga sempat mendorong penggunaan bahan berbasis singkong sebagai alternatif dalam penanganan karhutla.

Teknologi Jadi Salah Satu Pilihan Penanganan Karhutla

Karhutla membutuhkan penanganan dari berbagai sisi, mulai dari pemadaman langsung di lokasi, operasi udara, pencegahan, penegakan hukum, hingga pemanfaatan teknologi.

Pemerintah sebelumnya juga telah memperkuat operasi penanganan karhutla melalui personel tambahan, helikopter water bombing, serta operasi modifikasi cuaca.

Dengan kondisi musim kemarau yang masih berlangsung di berbagai wilayah Indonesia, pengembangan teknologi diharapkan dapat memperkuat respons pemerintah ketika terjadi kebakaran yang sulit dikendalikan.

Tantangan Penerapan Modifikasi Cuaca

Meski dapat menjadi salah satu opsi penanganan, modifikasi cuaca tetap bergantung pada kondisi atmosfer. Teknologi tersebut tidak dapat bekerja secara maksimal apabila kondisi awan dan faktor cuaca lainnya tidak mendukung.

Karena itu, teknologi seperti NaCl 25 mikron lebih tepat dipandang sebagai salah satu alat pendukung penanganan karhutla, bukan sebagai satu-satunya solusi.

Upaya pencegahan kebakaran, pengawasan kawasan rawan, pemadaman darat dan udara, serta penanganan terhadap pihak yang sengaja melakukan pembakaran tetap diperlukan.

Dengan arahan Presiden Prabowo tersebut, BRIN kini terus mengembangkan berbagai inovasi agar teknologi dapat digunakan untuk memperkuat penanganan karhutla di Indonesia.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK