Prabowo Minta Program Magang dan Insentif Ekonomi Berlanjut hingga 2027
Prabowo mengarahkan sejumlah program ketenagakerjaan dan insentif ekonomi dilanjutkan pada 2027, termasuk Magang Nasional untuk 150 ribu peserta.
Faktakalbar.id - Presiden Prabowo Subianto mengarahkan agar sejumlah program ketenagakerjaan dan insentif ekonomi dilanjutkan serta diperluas pada 2027. Pemerintah saat ini masih mematangkan skema pelaksanaan dan kebutuhan anggaran untuk program-program tersebut.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan arahan tersebut disampaikan Prabowo dalam rapat di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (30/9/2026). Program yang telah berjalan pada tahun ini akan dilanjutkan pada tahun depan.
Di bidang ketenagakerjaan, Program Magang Nasional yang dijalankan Kementerian Ketenagakerjaan akan dilanjutkan dengan target 150 ribu peserta. Selain itu, program pelatihan vokasi juga diteruskan dengan sasaran 300 ribu orang.
Pemerintah juga berencana memperluas fasilitas pengurangan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 bagi pekerja dengan penghasilan di bawah Rp10 juta. Jika pada 2026 fasilitas tersebut ditujukan bagi pekerja sektor padat karya dan pariwisata, pada 2027 cakupannya direncanakan berlaku untuk seluruh sektor. Kebijakan ini ditargetkan menjangkau sekitar 7,5 juta pekerja.
Selain itu, pemerintah tengah menghitung penyesuaian Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) dengan mempertimbangkan tingkat inflasi. Kebijakan terkait diskon iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) serta tambahan manfaat Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) selama enam bulan juga tengah dimatangkan untuk dilanjutkan.
Di sektor perumahan, fasilitas Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) juga direncanakan berlanjut pada 2027. Pemerintah turut menyiapkan skema KPR bersubsidi dengan bunga 6 persen bagi masyarakat berpenghasilan tetap sekitar Rp17 juta untuk rumah dengan harga hingga Rp500 juta.
Untuk keseluruhan program tersebut, kebutuhan anggaran masih dihitung oleh Kementerian Keuangan. Airlangga menyebut perkiraan anggaran yang sedang disisir berada di kisaran Rp31 triliun. Pemerintah menyiapkan regulasi teknis pada kuartal IV 2026 agar berbagai program dapat diumumkan dan dilaksanakan.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.