Prabowo Dorong Pengembangan Bioetanol untuk Perkuat Kemandirian Energi Nasional
Presiden Prabowo Subianto mendorong pengembangan bioetanol sebagai energi alternatif untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar.
Faktakalbar.id — Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat pengembangan bioetanol sebagai bagian dari strategi mewujudkan ketahanan energi nasional. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar impor sekaligus meningkatkan pemanfaatan sumber daya alam dalam negeri.
Pernyataan itu disampaikan Presiden saat menghadiri kegiatan Panen Raya Serentak di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo memaparkan capaian implementasi bahan bakar B50 serta rencana pengembangan industri bioetanol berbasis tebu di berbagai daerah.
Target Bangun Puluhan Pabrik Bioetanol
Presiden mengungkapkan pemerintah menargetkan pembangunan sekitar 30 hingga 50 pabrik bioetanol untuk meningkatkan produksi energi terbarukan berbasis bahan baku lokal.
Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar mengembangkan bioetanol dari tebu maupun komoditas pertanian lainnya sehingga dapat menjadi alternatif pengganti sebagian bahan bakar fosil.
Dukung Swasembada Energi
Prabowo menilai pengembangan bioetanol merupakan bagian dari agenda besar pemerintah dalam mencapai swasembada energi. Sebelumnya, pemerintah juga telah mengimplementasikan program biodiesel B50 dan menghentikan impor solar sejak Juli 2026.
Kebijakan tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menghemat devisa negara yang selama ini digunakan untuk impor bahan bakar.
Beri Nilai Tambah bagi Sektor Pertanian
Selain mendukung sektor energi, pengembangan bioetanol juga diharapkan meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian, khususnya tebu. Hilirisasi industri diyakini dapat membuka peluang investasi, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan petani.
Pemerintah juga mendorong sinergi antara kementerian, BUMN, pelaku usaha, dan petani agar ekosistem bioetanol dapat berkembang secara berkelanjutan.
Perkuat Transisi Energi Nasional
Pengembangan bioetanol menjadi salah satu langkah pemerintah dalam mempercepat transisi menuju energi yang lebih ramah lingkungan. Dengan memanfaatkan bahan baku domestik, Indonesia diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.
Presiden optimistis pengembangan bioetanol dapat menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan kemandirian energi nasional di masa mendatang.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.