Potensi Cuaca Ekstrem Melanda Kalimantan Barat Waspada Hujan Lebat Disertai Angin Kencang dan Petir
Faktakalbar.id - Wilayah Provinsi Kalimantan Barat diprakirakan bakal diterjang potensi cuaca ekstrem berupa hujan intensitas sedang hingga lebat selama sepekan ke depan sejak Sabtu, 24 Oktober 2026.
Faktakalbar.id - Wilayah Provinsi Kalimantan Barat diprakirakan bakal diterjang potensi cuaca ekstrem berupa hujan intensitas sedang hingga lebat selama sepekan ke depan sejak Sabtu, 24 Oktober 2026.
Fenomena cuaca ekstrem tersebut berpotensi melanda sebagian besar kabupaten dan kota pada waktu siang, sore, hingga malam hari.
Hasil pengamatan stasiun cuaca menunjukkan adanya potensi angin kencang berkecepatan hingga 17 knot yang terdeteksi di Kabupaten Sambas.
Kondisi atmosfer yang tidak stabil memicu tumbuhnya awan konvektif yang berpotensi menghasilkan hujan deras secara mendadak.
Masyarakat diminta untuk mewaspadai ancaman petir dan kilat yang dapat terjadi secara bersamaan dengan turunnya hujan.
"Waspada potensi hujan yang dapat terjadi disertai kilat atau petir dan angin kencang berdurasi singkat," ungkap prakirawan cuaca.
Peringatan dini cuaca ini berlaku efektif sejak tanggal 24 hingga 30 Oktober 2026 di berbagai wilayah Kalimantan Barat.
Pemantauan di sembilan lokasi pengamatan mencatatkan curah hujan harian tertinggi saat ini berada di Kabupaten Kapuas Hulu sebesar 16,6 milimeter.
Selain ancaman hujan deras, suhu udara di wilayah timur Kalimantan Barat tercatat sempat menyentuh angka maksimum 33,8 derajat Celsius.
Rata-rata suhu udara harian di seluruh kawasan Kalimantan Barat berada pada kisaran 26,7 derajat hingga 29,4 derajat Celsius.
Kombinasi antara suhu terik dan kelembapan udara memicu pembentukan awan hujan secara intensif di beberapa daerah.
Berdasarkan analisis pemetaan cuaca harian, potensi hujan berintensitas sedang akan terus meluas mulai tanggal 25 hingga 29 Oktober 2026.
Peningkatan curah hujan tersebut diprediksi dapat mengurangi dampak kemarau dan menekan munculnya titik panas.
Namun demikian, ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir genangan dan pohon tumbang tetap perlu diantisipasi oleh warga.
Para pengguna transportasi darat, laut, dan udara diimbau untuk selalu memeriksa pembaruan informasi kondisi cuaca sebelum melakukan perjalanan.
Kesiapsiagaan masyarakat sangat diperlukan guna meminimalkan risiko kerugian material maupun korban jiwa akibat cuaca buruk.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.