Lima Wilayah Kalimantan Barat Masih Diterjang Kabut Asap Pekat hingga Jarak Pandang di Bawah 1 Kilometer
Faktakalbar.id - Kabut asap pekat menyelimuti lima wilayah di Provinsi Kalimantan Barat hingga memangkas jarak pandang di bawah 1.000 meter pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Fenomena udara kabur akibat paparan asap tersebut teramati melanda Kabupaten Mel…
Faktakalbar.id - Kabut asap pekat menyelimuti lima wilayah di Provinsi Kalimantan Barat hingga memangkas jarak pandang di bawah 1.000 meter pada Sabtu, 24 Oktober 2026.
Fenomena udara kabur akibat paparan asap tersebut teramati melanda Kabupaten Melawi, Kapuas Hulu, Ketapang, Kubu Raya, dan Sintang.
Kondisi lingkungan yang memburuk ini dipicu oleh munculnya titik panas serta hari tanpa hujan yang mencapai kategori panjang hingga 30 hari.
Berdasarkan data pengamatan Stasiun Meteorologi, Kabupaten Kapuas Hulu mencatatkan suhu udara maksimum tertinggi di wilayah tersebut yang mencapai 33,8 derajat Celsius.
Wilayah Kapuas Hulu juga mencatatkan suhu minimum terendah sebesar 24,7 derajat Celsius dengan rata-rata suhu harian berkisar antara 26,7 hingga 29,4 derajat Celsius.
Selain suhu udara yang cukup terik, curah hujan harian tertinggi di wilayah tersebut tercatat hanya sebesar 16,6 milimeter per hari.
Potensi kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan diprakirakan masih sangat tinggi melanda Kalimantan Barat hingga 30 Oktober 2026.
Petugas prakirawan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan serta aktivitas penerbangan.
"Waspadai potensi kemudahan terjadi kebakaran hutan dan lahan untuk seminggu ke depan di sebagian besar wilayah Kalimantan Barat," ujar tim prakirawan cuaca.
Meskipun kondisi udara kabur mendominasi, potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi pada siang sampai malam hari.
Kemunculan hujan lokal tersebut diharapkan mampu mengurangi pekatnya paparan asap yang saat ini menutupi sejumlah kawasan permukiman warga.
Pengendalian aktivitas pembakaran lahan secara liar menjadi kunci utama untuk mencegah memburuknya kualitas udara di wilayah Kalimantan Barat.
Kecepatan angin tertinggi di kawasan pesisir tercatat mencapai 17 knot yang berembus di wilayah Kabupaten Sambas.
Pergerakan angin yang cukup kencang tersebut berisiko mempercepat penyebaran titik api ke area hutan dan perkebunan sekitarnya.
Warga diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan tanpa menggunakan masker guna menghindari gangguan pernapasan.
Upaya pemantauan terhadap dinamika cuaca dan kualitas udara terus dilakukan oleh pihak berwenang guna mengantisipasi dampak bencana ekologis.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.