Sebanyak 1.600 Titik Panas Terdeteksi di Kalbar, Risiko Karhutla Meningkat Meski di Musim Hujan
Fakatakalbar.id - Sekitar 1.600 titik panas atau hotspot terdeteksi di Kalimantan Barat (Kalbar) dalam pemantauan selama 24 jam terakhir, di tengah kondisi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berada pada kategori mudah hingga sangat mudah terbakar.
Fakatakalbar.id - Sekitar 1.600 titik panas atau hotspot terdeteksi di Kalimantan Barat (Kalbar) dalam pemantauan selama 24 jam terakhir, di tengah kondisi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berada pada kategori mudah hingga sangat mudah terbakar.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak, Septika, menyebutkan indeks potensi kemudahan terjadinya karhutla pada periode 23–29 Oktober 2026 menunjukkan tingkat kerawanan yang perlu diwaspadai, terutama di Kalbar bagian selatan.
"Indeks potensi kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan untuk periode 23–29 Oktober 2026 juga berada pada kategori mudah hingga sangat mudah terbakar, khususnya di wilayah Kalimantan Barat bagian selatan," katanya.
Temuan ribuan titik panas tersebut menjadi perhatian karena beriringan dengan potensi gangguan kualitas udara akibat kabut asap di sejumlah wilayah.
Meski demikian, titik panas merupakan indikasi anomali suhu yang perlu ditindaklanjuti dengan pemeriksaan lebih lanjut dan tidak seluruhnya dapat langsung dipastikan sebagai kebakaran hutan atau lahan.
Masyarakat yang tinggal di wilayah rawan kebakaran perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika kondisi vegetasi dan lahan masih kering.
Pembukaan lahan dengan cara membakar juga perlu dihindari karena berisiko memicu kebakaran yang meluas dan menghasilkan asap yang mengganggu aktivitas masyarakat.
Selain berdampak terhadap lingkungan, karhutla dapat menurunkan kualitas udara dan menghambat aktivitas warga apabila asap menyebar ke kawasan permukiman.
BMKG juga mengingatkan adanya potensi hujan ringan di sejumlah wilayah Kalbar pada Jumat, 23 Oktober 2026, termasuk Bengkayang, Sambas, Landak, Kubu Raya, dan Kota Singkawang.
Namun, potensi hujan tersebut tidak serta-merta menghilangkan risiko kebakaran di seluruh wilayah, mengingat kondisi cuaca dan tingkat kekeringan lahan dapat berbeda antardaerah.
Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta segera melaporkan indikasi kebakaran kepada petugas setempat agar dapat ditangani lebih awal.
Perkembangan titik panas, kondisi cuaca, dan potensi karhutla dapat dipantau melalui kanal informasi resmi BMKG, termasuk situs dan media sosial BMKG Kalbar.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.