faktakalbar

Perusahaan Hashim dan Indosat Garap Infrastruktur AI Rp3,8 Triliun

Perusahaan Hashim Djojohadikusumo dan Indosat menyiapkan infrastruktur AI senilai sekitar Rp3,8 triliun, mulai dari perakitan GPU hingga kabel bawah laut.

Penulis: Clara Thursday, 27 August 2026 📖 2 menit
Perusahaan Hashim dan Indosat Garap Infrastruktur AI Rp3,8 Triliun
Perusahaan Hashim Djojohadikusumo dan Indosat menyiapkan infrastruktur AI senilai sekitar Rp3,8 triliun, mulai dari perakitan GPU hingga kabel bawah laut. (dok.ist)

Faktakalbar.id - PT Infra Fiber Teknologi (IFT), perusahaan infrastruktur digital hasil kolaborasi Arsari Group milik Hashim Djojohadikusumo dan Indosat Ooredoo Hutchison, mulai membangun ekosistem infrastruktur untuk mendukung perkembangan kecerdasan buatan (AI) di Indonesia.

Melalui platform RAIA Grid, perusahaan tersebut menyiapkan sejumlah proyek mulai dari perakitan GPU hingga pembangunan kabel bawah laut. Nilai investasi untuk dua komponen tersebut mencapai sekitar Rp3,8 triliun.

Siapkan Perakitan GPU di Indonesia

Salah satu proyek yang disiapkan adalah fasilitas perakitan GPU di sekitar Jakarta. RAIA Grid menargetkan proses GPU assembly mulai berjalan pada Desember 2026.

Fasilitas tersebut ditargetkan mampu merakit sekitar 140–150 unit GPU H300. Pembangunannya dilakukan bersama Indosat dengan dukungan teknis dari Nvidia.

GPU menjadi salah satu komponen penting dalam pengembangan AI karena mampu memproses data dalam jumlah besar untuk kebutuhan komputasi.

Investasi Semikonduktor Rp389,6 Miliar

Untuk komponen semikonduktor, RAIA Grid menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar US$22 juta atau Rp389,6 miliar.

Perusahaan berharap kemampuan perakitan tersebut dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan kapasitas manufaktur teknologi di dalam negeri sehingga Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi produk AI global.

Kabel Bawah Laut Capai Rp3,4 Triliun

Selain GPU, RAIA Grid juga mengembangkan proyek kabel bawah laut untuk memperkuat konektivitas Indonesia dengan jaringan internasional.

Investasi untuk panel pertama proyek kabel bawah laut tersebut mencapai sekitar US$192 juta atau Rp3,4 triliun. Jika digabungkan dengan investasi semikonduktor, nilai yang telah disebut mencapai sekitar Rp3,8 triliun.

Namun, perusahaan menegaskan angka tersebut bukan total investasi keseluruhan RAIA Grid, karena nilai total proyek belum diungkapkan.

Kelola 86.000 Kilometer Jaringan Fiber

RAIA Grid juga mengembangkan jaringan fiber optik sepanjang sekitar 86.000 kilometer yang menghubungkan berbagai wilayah, pusat data, operator telekomunikasi, dan layanan digital.

Jaringan tersebut dirancang sebagai infrastruktur open access yang dapat dimanfaatkan operator telekomunikasi, penyedia cloud, hyperscaler, hingga perusahaan lainnya.

Menurut Arsari Group, pembangunan infrastruktur ini tidak hanya bertujuan memperluas konektivitas, tetapi juga membangun komponen pendukung AI di dalam negeri.

Dorong Kemandirian Infrastruktur AI

Pendiri Arsari Group Hashim Djojohadikusumo mengatakan RAIA Grid merupakan bagian dari upaya memperkuat kemampuan digital Indonesia.

Sementara itu, Presiden Direktur dan CEO Indosat Vikram Sinha menyebut RAIA Grid diarahkan untuk menghubungkan pusat data, cloud, pelaku usaha, dan infrastruktur AI sehingga membentuk fondasi ekosistem AI nasional.

Pengembangan tersebut juga diarahkan untuk membuka peluang menuju pembangunan komputasi berkinerja tinggi dan manufaktur superkomputer di Indonesia.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK