Pertamina Salurkan B50 di Seluruh Terminal BBM hingga SPBU
Pertamina memastikan B50 telah disalurkan di seluruh jaringan distribusi, mulai dari terminal BBM hingga SPBU di Indonesia.
Faktakalbar.id - PT Pertamina (Persero) memastikan bahan bakar nabati (BBN) biodiesel 50 persen atau B50 telah disalurkan di seluruh jaringan distribusi BBM, mulai dari terminal bahan bakar minyak (BBM) hingga stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
VP Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan penyaluran B50 dilakukan sejalan dengan ketentuan pemerintah. Pertamina memanfaatkan masa transisi untuk memastikan distribusi B50 dapat berjalan penuh tanpa mengganggu ketersediaan BBM bagi masyarakat maupun dunia usaha.
B50 merupakan bahan bakar diesel yang menggunakan campuran 50 persen biodiesel berbasis minyak sawit dan 50 persen solar. Pemerintah menetapkan penerapan mandatori B50 secara penuh mulai Oktober 2026.
Sebelumnya, Pertamina secara bertahap meningkatkan penyaluran B50 di jaringan SPBU. Hingga awal September 2026, sebanyak 6.050 SPBU atau sekitar 94 persen dari total 6.412 SPBU telah menyalurkan B50. Pada saat itu, sebagian SPBU di wilayah Maluku dan Papua masih menghabiskan stok B40.
Pertamina juga telah mempersiapkan infrastruktur untuk mendukung distribusi B50, termasuk fasilitas penerimaan bahan baku, pencampuran, penyimpanan, serta armada pengangkutan. Persiapan tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran pasokan selama penerapan B50 secara nasional.
Penerapan B50 menjadi bagian dari kebijakan pemerintah untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor solar. Peneliti Universitas Padjadjaran Yayan Satyakti menyebut Indonesia telah berhenti mengimpor solar CN 48 sejak 1 Juli 2026 dan mengaitkan capaian tersebut dengan penerapan B50. Pernyataan tersebut merupakan penilaian akademisi yang disampaikan kepada ANTARA.
Dengan tersalurnya B50 di seluruh jaringan Pertamina, pemerintah memasuki tahap implementasi penuh program biodiesel dengan campuran 50 persen tersebut. Penggunaan B50 selanjutnya masih akan dipantau, termasuk dari sisi pasokan, distribusi, serta kesiapan kendaraan dan mesin diesel yang menggunakannya.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.