Penyelundupan Ballpress Malaysia Kembali Marak di Kalbar
Penyelundupan pakaian bekas atau ballpress asal Malaysia melalui perbatasan Jagoi Babang dan Aruk di Kalimantan Barat menuju Pulau Jawa diduga kembali berlangsung secara masif.
Faktakalbar.id - Penyelundupan pakaian bekas atau ballpress asal Malaysia melalui perbatasan Jagoi Babang dan Aruk di Kalimantan Barat menuju Pulau Jawa diduga kembali berlangsung secara masif. Kelompok yang dikenal dengan sebutan “Kompeni” itu diduga mengatur alur pengiriman barang, mulai dari jalur perbatasan hingga Pelabuhan Dwikora Pontianak, sebelum dikirim ke sejumlah wilayah di Pulau Jawa.
Aktivitas tersebut sempat tersendat setelah adanya penindakan terhadap pengiriman ballpress di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, pada bulan lalu. Namun, pengiriman melalui Pelabuhan Dwikora Pontianak saat ini dikabarkan kembali berjalan masif.
Sukri (bukan nama sebenarnya), mantan anggota jaringan penyelundupan ballpress, mengatakan pengiriman barang tersebut sempat mengalami kendala setelah penindakan di Tanjung Priok. Pengiriman berikutnya melalui Pelabuhan Dwikora, menurut dia, juga sempat tersendat.
"Setelah ada penindakan di Tanjung Priok, pengiriman berikutnya sempat mandek di Pelabuhan Dwikora," kata Sukri kepada Fakta Kalbar.
Menurut Sukri, kontainer yang tertahan di pelabuhan itu sempat dikeluarkan dan dititipkan di kantor perusahaan peti kemas. Namun, ia menduga tidak ada penjelasan terbuka mengenai tindak lanjut penanganan barang tersebut. Pengiriman ballpress pun disebut kembali berlanjut.
Sukri mengungkapkan, satu kontainer berukuran 20 kaki dapat memuat sekitar 115-120 bal pakaian bekas. Pengiriman menuju luar Kalimantan Barat disebut melewati Pelabuhan Dwikora Pontianak.
Jalur Perbatasan dan Gudang Transit
Berdasarkan keterangan Sukri dan dokumen yang diperoleh Fakta Kalbar, pengiriman ballpress diduga melibatkan sejumlah tahapan, mulai dari pengangkutan dari wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia, pemindahan barang ke truk Indonesia, hingga pengemasan ke dalam kontainer untuk dikirim ke luar Kalimantan Barat.
Dalam pendalaman tersebut, seorang perempuan berinisial ANT disebut menyediakan jasa pengiriman atau shipping ballpress dari Kalimantan Barat ke luar daerah. ANT diduga menggunakan perusahaan berinisial CV BT dengan dokumen pengiriman yang mencantumkan komoditas minyak nabati.
Informasi yang diterima Fakta Kalbar menyebutkan adanya gudang yang dikaitkan dengan ANT di kawasan Jalan Pontianak-Wajok.
ANT terduga koordinator kelompok penyelundup ballpress "Kompeni" (dok.ist)
Sukri menegaskan, ANT bukan pemilik pakaian bekas yang diamankan dalam penindakan sebelumnya. Menurut dia, peran ANT terbatas pada jasa pengiriman atau shipping.
Nama lain yang muncul dalam keterangan dan dokumen yang diperoleh Fakta Kalbar adalah seorang pria berinisial BP. Ia disebut memiliki lahan perkebunan kelapa sawit seluas sekitar 150 hektare di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.
Lahan tersebut diduga juga digunakan sebagai jalur perlintasan barang dari Malaysia menuju Indonesia. Informasi yang diterima menyebutkan adanya gudang transit yang digunakan untuk memindahkan muatan dari truk Malaysia ke truk Indonesia.
Rincian Biaya Operasional
Fakta Kalbar juga memperoleh dokumen yang memuat rincian biaya operasional pengiriman ballpress. Dokumen tersebut mencantumkan sejumlah komponen biaya untuk pengangkutan, penanganan barang di perbatasan, pengemasan kontainer, dan pos lain yang perlu ditelusuri lebih lanjut.
Pada bagian pengurusan di wilayah Sarawak, dokumen mencantumkan biaya custom clearance sebesar RM 12.500 dan jasa pengantaran melalui jalur yang disebut sebagai portal sebesar RM 12.000. Dengan asumsi kurs Rp 4.325 per ringgit, jumlah keduanya setara dengan Rp 105.962.500.
Untuk tahapan di perbatasan, dokumen mencantumkan biaya jasa tuan tanah, buruh batas, mandor, pengatur jalur, serta akomodasi truk dari batas. Total biaya untuk enam truk disebut mencapai Rp 30,6 juta.
Adapun biaya pengemasan kontainer tercatat sebesar Rp 43,175 juta untuk tiga kontainer berukuran 20 kaki. Komponen tersebut meliputi biaya buruh bongkar muatan dari truk, tenaga kerja untuk memasukkan barang ke kontainer, jasa mandor, serta peti kemas dan pengangkutan.
Selain rincian biaya operasional, Fakta Kalbar memperoleh daftar yang diduga memuat setoran bulanan kepada instansi tertentu. Informasi ini membuka kemungkinan adanya persoalan lain di balik kelancaran pengiriman barang melalui jalur perbatasan dan pelabuhan.
Namun, keaslian dokumen, identitas penerima, sumber dana, periode pembayaran, dan tujuan setoran tersebut masih harus diverifikasi.
Fakta Kalbar masih berupaya menelusuri dokumen tersebut dan memperoleh penjelasan dari pihak-pihak yang namanya berkaitan dengan informasi itu.
Sukri mengatakan, memahami jalur pengiriman dan biaya operasional merupakan bagian penting untuk menelusuri bagaimana bisnis ballpress dapat terus berjalan meskipun barang serupa telah beberapa kali menjadi perhatian aparat penegak hukum.
Menurut dia, penyelidikan tidak cukup hanya berhenti pada sopir, buruh angkut, atau pihak yang bertugas memindahkan barang. Penelusuran perlu menjangkau pemilik barang, pengendali pengiriman, pihak yang mengatur jalur, hingga pihak yang bertanggung jawab atas dokumen dan pengangkutan.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.