faktakalbar

Pengalihan Saham Whoosh ke Pemerintah Masuk Tahap Finalisasi

Pengalihan 60 persen saham Whoosh kepada pemerintah melalui Kementerian Keuangan masih dalam tahap finalisasi, termasuk uji tuntas dan evaluasi nilai saham.

Penulis: Clara Saturday, 19 September 2026 📖 1 menit
Pengalihan Saham Whoosh ke Pemerintah Masuk Tahap Finalisasi
Kereta Cepat Whoosh Jakarta-Bandung melintas di salah satu jalur perjalanan. (dok.ist)

Faktakalbar.id - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan tengah memfinalisasi proses pengalihan saham PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) di PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) atau Whoosh. Proses tersebut masih berjalan dan mencakup sejumlah tahapan sebelum pengalihan resmi dilakukan.

Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Evita Manthovani mengatakan pengalihan saham PSBI kepada pemerintah melalui Kementerian Keuangan saat ini masih dalam tahap finalisasi. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi September 2026 di Jakarta.

Pemerintah sebelumnya berencana mengambil alih 60 persen saham KCIC yang selama ini dikuasai konsorsium BUMN melalui PSBI. Sementara itu, 40 persen saham lainnya tetap dimiliki konsorsium China, Beijing Yawan HSR Co. Ltd.

Menurut Evita, skema pengalihan saham telah ditetapkan dan dibahas secara detail. Pemerintah juga melakukan pemetaan terhadap sejumlah aspek, mulai dari finansial, bisnis, operasional hingga hukum agar proses pengalihan dapat berjalan secara terencana.

Saat ini Kementerian Keuangan juga menjalankan due diligence atau uji tuntas serta evaluasi terhadap nilai saham PSBI yang akan dialihkan. Di saat yang sama, pemerintah sedang menyusun rancangan peraturan presiden terkait proses tersebut dan berkoordinasi dengan BP BUMN serta BPI Danantara.

Evita juga menyampaikan bahwa skema pengalihan tersebut dirancang agar tidak melibatkan APBN secara langsung dalam pemenuhan kewajiban PT PSBI. Dengan demikian, masih terdapat sejumlah tahapan yang harus diselesaikan sebelum pengalihan saham Whoosh kepada pemerintah resmi rampung.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK