faktakalbar

Penetapan Desil Ekonomi Gunakan DTSEN, Airlangga Beri Penjelasan

Airlangga Hartarto menjelaskan penetapan desil ekonomi menggunakan DTSEN sebagai basis data bansos. Data tersebut bersifat dinamis dan terus diperbarui.

Penulis: Clara Friday, 21 August 2026 📖 1 menit
Penetapan Desil Ekonomi Gunakan DTSEN, Airlangga Beri Penjelasan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan penggunaan DTSEN sebagai dasar penetapan desil ekonomi masyarakat. (dok.ist)

Faktakalbar.id – Pemerintah menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai dasar dalam penetapan desil ekonomi masyarakat, khususnya untuk penyaluran bantuan sosial (bansos).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa kebijakan bansos saat ini menggunakan satu data yang bersumber dari DTSEN. Namun, pemerintah juga tengah melakukan survei ekonomi untuk memperbarui informasi mengenai kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.

DTSEN Jadi Dasar Penentuan Desil

Airlangga mengatakan kategori desil ekonomi ditentukan berdasarkan data sosial ekonomi yang tersedia dalam DTSEN serta hasil survei ekonomi yang sedang berjalan.

Menurutnya, data sosial ekonomi masyarakat bersifat dinamis sehingga dapat mengalami perubahan seiring dengan kondisi terbaru di lapangan.

“Data kan sifatnya dinamis,” ujar Airlangga saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Data Bansos Terus Diperbarui

Pemerintah saat ini menggunakan DTSEN sebagai basis data dalam penyaluran bansos. Penggunaan satu basis data tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah menentukan penerima bantuan berdasarkan kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Di sisi lain, survei ekonomi yang sedang dilakukan pemerintah menjadi bagian dari upaya memperbarui informasi tersebut.

Airlangga mengatakan hasil survei nantinya akan menjadi bahan untuk melihat perkembangan kondisi ekonomi masyarakat secara lebih aktual.

Desil Masyarakat Bisa Berubah

Penetapan desil bukan sesuatu yang bersifat permanen. Perubahan kondisi ekonomi masyarakat dapat memengaruhi posisi mereka dalam pengelompokan kesejahteraan.

Karena itu, masyarakat yang mengalami perubahan kondisi sosial ekonomi dapat memiliki posisi desil yang berbeda setelah dilakukan pemutakhiran data.

Pemerintah menilai pembaruan data penting agar kebijakan bansos dapat semakin sesuai dengan kondisi masyarakat yang sebenarnya.

Survei Ekonomi Masih Berjalan

Selain DTSEN, pemerintah saat ini tengah melakukan Survei Ekonomi 2026. Airlangga menyebut pemerintah masih menunggu hasil survei tersebut untuk melihat perkembangan kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Dengan adanya pembaruan data secara berkala, pemerintah berharap penyaluran bantuan sosial dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran.

Airlangga juga menegaskan bahwa data sosial ekonomi memang bersifat dinamis sehingga proses pemutakhiran perlu terus dilakukan.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK