Pemerintah Kaji Efektivitas MBG dalam Memperbaiki Status Gizi Anak
Pemerintah mengkaji efektivitas Program Makan Bergizi Gratis dalam memperbaiki status gizi anak dan mendukung penurunan stunting berdasarkan data.
Faktakalbar.id - Pemerintah terus mengkaji efektivitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya dalam memperbaiki status gizi anak dan mendukung penurunan masalah gizi seperti stunting.
Tenaga Ahli Badan Gizi Nasional (BGN), Hariqo Satrio, mengatakan dampak program terhadap status gizi perlu dilihat berdasarkan data dan evaluasi yang terukur. Karena itu, kabar mengenai penurunan stunting tidak bisa langsung dikaitkan dengan pelaksanaan MBG tanpa melihat faktor lainnya.
Evaluasi tersebut diperlukan karena perbaikan status gizi merupakan proses yang membutuhkan waktu. Pemerintah perlu melihat perkembangan penerima manfaat secara berkala untuk mengetahui apakah pemberian makanan bergizi memberikan perubahan terhadap kondisi kesehatan dan pertumbuhan anak.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga menyampaikan bahwa dampak MBG terhadap penurunan stunting tidak dapat dilihat secara instan. Pemerintah menyiapkan evaluasi berbasis data bersama kementerian terkait untuk memantau perkembangan status gizi penerima manfaat.
Di sisi lain, Badan Gizi Nasional terus melakukan pembenahan pelaksanaan MBG. Hingga 16 September 2026, realisasi anggaran program mencapai Rp139,77 triliun atau 63,89 persen dari pagu tersedia Rp218,77 triliun. Program tersebut telah menjangkau 56,99 juta penerima manfaat berdasarkan data per 31 Agustus 2026.
BGN juga melakukan penyesuaian penerima manfaat agar program lebih tepat sasaran. Sebanyak 1.653 satuan pendidikan telah dikeluarkan dari daftar penerima, sementara perluasan layanan diarahkan secara bertahap ke kelompok yang membutuhkan, termasuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta daerah dengan kebutuhan intervensi gizi lebih tinggi.
Dengan evaluasi tersebut, pemerintah diharapkan dapat memperoleh gambaran lebih jelas mengenai dampak MBG terhadap status gizi anak. Hasil pengukuran nantinya dapat menjadi dasar untuk memperbaiki pelaksanaan program sekaligus menentukan kebutuhan intervensi gizi di berbagai daerah.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.