Panglima TNI Kerahkan Seluruh Prajurit Dukung Penanganan Sampah Nasional
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menginstruksikan seluruh prajurit TNI untuk mendukung penanganan sampah nasional sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto.
Faktakalbar.id — Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menginstruksikan seluruh jajaran TNI untuk terlibat aktif dalam upaya penanganan sampah nasional. Instruksi tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta seluruh unsur pemerintah, termasuk TNI, Polri, kementerian, dan pemerintah daerah, bekerja sama mengatasi persoalan sampah di Indonesia.
Arahan Presiden disampaikan saat menghadiri panen raya terintegrasi bersama TNI di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur. Dalam kesempatan itu, Presiden juga meninjau fasilitas Mesin Olah Runtah (MOTAH), teknologi pengolahan sampah karya anak bangsa yang telah digunakan di lingkungan TNI Angkatan Udara.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Panglima TNI meminta seluruh satuan TNI di berbagai daerah mendukung gerakan kebersihan lingkungan sekaligus memanfaatkan teknologi pengolahan sampah yang ramah lingkungan.
Dukung Target Indonesia Bersih
Menurut Panglima TNI, keterlibatan prajurit tidak hanya berupa aksi bersih-bersih lingkungan, tetapi juga mendukung penerapan teknologi pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan.
Langkah tersebut sejalan dengan target pemerintah untuk menyelesaikan persoalan sampah nasional sebelum tahun 2029 sebagaimana tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.
Teknologi MOTAH Jadi Andalan
Dalam peninjauan di Lanud Abdulrachman Saleh, Presiden melihat langsung pengoperasian MOTAH, yaitu mesin insinerator yang dikembangkan di dalam negeri.
Teknologi ini diklaim mampu mengolah hingga 1 ton sampah per jam tanpa menggunakan bahan bakar maupun listrik. Abu hasil pembakaran dapat dimanfaatkan sebagai bahan campuran batako dan paving block, sedangkan residu organik diolah menjadi media tanam.
Saat ini, sistem MOTAH telah diterapkan di puluhan kabupaten dan kota sebagai bagian dari pengembangan fasilitas pengolahan sampah terpadu untuk mengurangi ketergantungan pada tempat pembuangan akhir (TPA).
Kolaborasi Lintas Sektor
Pemerintah menilai persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya oleh satu instansi. Karena itu, dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, dunia usaha, dan masyarakat.
Melalui keterlibatan TNI, pemerintah berharap gerakan penanganan sampah dapat berjalan lebih masif, mulai dari edukasi masyarakat, aksi kebersihan lingkungan, hingga pemanfaatan teknologi pengolahan sampah di berbagai daerah.
Program ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan sekaligus mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.